nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaya Menhub Bacakan Puisi Karya Gus Mus

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 11 Maret 2018 14:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 11 320 1871012 gaya-menhub-bacakan-puisi-karya-gus-mus-VhNDHBb7PE.jpg Menteri Perhubungan Budi Karya Membacakan Puisi (Foto: Feby Novalius/Okezone)

YOGYAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menghadiri dialog nasional "Sukseskan Indonesiaku" di Kampus Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Saat acara akan berakhir, sebagai personil Elek Yo Band, Budi Karya diminta mendendangkan sebuah lagu kepada warga Yogya dan mahasiswa yang telah hadi di Sportarium Kampus UMY.

Namun, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini lebih memilih membacakan sebuah puisi sambil diiringi lagu Indonesia Pusaka.

"Saya akan bacakan puisi Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu karya Gus Mus. Tapi saya minta semua masyarakat tolong nyanyikan lagu Indonesia Pusaka," tuturnya, di Yogyakarta, Minggu (11/3/2018).

Berikut syair puisi yang sampaikan Menhub :

 

"Aku masih sangat hafal nyanyian itu

Nyanyian kesayangan dan hafalan kita bersama sejak kita di sekolah rakyat

Kita berebut lebih dulu menyanyikannya ketika anak-anak disuruh menyanyikannya di depan kelas satu persatu

Aku masih ingat

betapa kita gembira saat guru mengajak menyanyikan lagu itu bersama-sama

Sudah lama sekali

Pergaulan sudah tidak seakrab dulu

Masing-masing sudah terseret kepentingannya sendiri

atau tersihir pesona dunia

Dan engkau kini entah dimana

Tapi aku masih sangat hafal nyanyian itu sayangku

Hari ini ingin sekali aku menyanyikannya kembali

Bersamamu :

Indonesia tanah air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Slalu dipuja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua

Sampai akhir menutup mata

Aku merindukan rasa haru dan iba

Di tengah kobaran kebencian dan dendam serta maraknya rasa tega

Hingga kini ada saja yang mengubah lirik lagu kesayangan kita itu

Dan menyanyikannya dengan nada sendu :

Indonesia tanah air mata

Bahagia menjadi nestapara

Indonesia kini tiba-tiba

Slalu dihina-hina bangsa

Disana banyak orang lupa

Dibuai kepentingan dunia

Tempat bertarung berebut kuasa

Sampai entah kapan akhirnya

Sayang, dimanakah kini engkau

Mungkinkah kita bias bernyanyi kembali lagu kesayangan kita dulu

Dengan akrab seperti dulu"

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini