Buat Manajer, Ini 6 Cara Jaga Performa Karyawan Saat dan Setelah Penilaian Kerja

Agregasi Minggu 11 Maret 2018 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 11 320 1871111 buat-manajer-ini-6-cara-jaga-performa-karyawan-saat-dan-setelah-penilaian-kerja-NBt6JyctnP.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Penilaian atau scoring terhadap performa karyawan dilakukan setiap satu semester atau satu tahun sekali. Gunanya agar karyawan mengetahui sejauh mana kontribusi yang sudah dilakukannya untuk perusahaan. Proses penilaian membuat jantung karyawan tak henti-hentinya berdebar kencang. Apalagi penilaian langsung diberikan pemimpin perusahaan.

Karyawan yang mendapat nilai atau score buruk tentu akan merasa pesimis dalam bekerja. Meningkatnya pesimisme juga disertai penurunan performa kerja. Agar karyawan tetap semangat bekerja, berikut hal-hal yang harus dilakukan.

1. Menghindari Komentar Pedas

Performa setiap karyawan berbeda-beda. Ada yang rajin, setengah rajin, dan pemalas. Hasil kerja dari ketiga tipe ini juga berbeda. Bila hasil kerja seorang karyawan kurang maksimal, jangan langsung men-judge apalagi berkomentar pedas di hadapannya. Hal ini akan memicu terjadinya keributan di ruang penilaian.

Karyawan yang Anda marahi memang akan diam saja. Namun, lihat apa yang akan terjadi di hari-hari berikutnya. Jika komentar pedas Anda masih membekas di hatinya, yang ada karyawan tersebut akan terus merenungkan kesalahan yang dilakukannya. Secara tidak langsung performa kerjanya juga langsung menurun.

2. Tetap Sopan

Meski berstatus sebagai manajer, Anda tetap harus mematuhi peraturan mengenai hak dan kewajiban karyawan saat bekerja. Termasuk saat proses penilaian kerja. Apa pun yang hendak keluar dari mulut, ada baiknya dipikirkan matang-matang agar tidak menyinggung perasaan karyawan yang bersangkutan.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan seorang karyawan saat bekerja merupakan hal yang sangat wajar. Jika Anda ingin mengkritik, kritiklah sikap dan perbuatannya selama berkerja di perusahaan. Bukan malah mengkritik dirinya dengan kata-kata tidak sopan.

Dengan kritik yang sopan, karyawan tersebut mengetahui kesalahan yang ia lakukan dan secepatnya dapat mengintropeksi diri ke arah yang lebih baik.

3. Mengontrol Emosi

Sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sewaktu sesi penilaian kerja, Anda harus mampu mengontrol tingkat emosional. Apa pun yang Anda rasakan saat itu harus bisa dikontrol dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak mengenakkan bagi karyawan.

Mengontrol emosi di sini tidak hanya mengontrol amarah, tapi juga mengontrol rasa senang apabila performa karyawan sangat bagus. Ingat, Anda harus mampu untuk menempatkan diri sesuai dengan keadaan yang dihadapi.

4. Memberi Bimbingan

Jabatan sebagai manajer tidak boleh membuat Anda sombong dan memposisikan diri di tempat paling tinggi. Jabatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada para karyawan. Apabila performa karyawan menurun dan tidak maksimal, Anda tidak perlu berkomentar terlalu banyak. Lebih baik bimbing karyawan tersebut dalam melaksanakan tugas agar hasil kerjanya jauh di atas kata maksimal.

Menjalin hubungan baik dengan para karyawan sangat penting. Luangkan setidaknya satu jam setiap minggu untuk membimbing karyawan dalam bekerja. Jelaskan bagian mana yang sudah bagus dan bagian mana yang harus diperbaiki demi kemajuan karyawan dan perusahaan yang Anda pimpin.

5. Menawarkan Kompensasi

Beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan mungkin akan menerima skor negatif. Namun, jangan jadikan skor tersebut sebagai patokan dalam hal pemberian kompensasi. Bagaimana pun juga, karyawan berhak menerima kompensasi sebagaimana yang sudah ditetapkan perusahaan.

Ancaman kompensasi akan ditahan tentu akan meresahkan para karyawan. Daripada karyawan stres memikirkan tentang kompensasi yang akan didapatkannya, lebih baik jangan menyinggung masalah kompensasi selama proses penilaian berlangsung agar karyawan merasa lebih tenang.

6. Ciptakan Suasana yang Santai

Rasa gugup, cemas, dan takut pasti dirasakan setiap orang tatkala berhadapan langsung dengan petinggi perusahaan. Agar proses penilaian kerja tidak tegang, ciptakanlah suasana yang santai. Selingi kritik dan komentar dengan lelucon kecil agar karyawan dapat terhibur sejenak.

Selain itu, Anda juga perlu menjaga mimik wajah agar tidak terlihat menyeramkan. Dengan begitu, karyawan dapat melewati proses penilaian dengan tenang tanpa terbebani oleh suatu apa pun.

Penilaian Kerja Harus Dilakukan aecara Adil

Penilaian kerja yang dilakukan sebuah perusahaan harus secara adil tanpa pandang bulu. Semua karyawan diperlakukan sama, tidak ada yang dianak-emaskan. Puji karyawan jika hasil kerjanya bagus. Sebaliknya, berikan kritik apabila hasil kerja dan sifat karyawan tersebut jelek.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini