nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Proyeksikan Rupiah Tidak Akan Sampai Rp15.000

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 16:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 278 1872687 bi-proyeksikan-rupiah-tidak-akan-sampai-rp15-000-n259X2aiGi.jpeg Foto: Yohana Artha Uly/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia menyatakan Rupiah tidak akan terdepresiasi hingga ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Hal ini menyusul pernyataan lembaga pemeringkat internasional Standard and Poors (S&P) terkait stress test pelemahan Rupiah di level Rp15.000 per dolar AS. Sebab depresiasi di level itu akan berdampak pada kegiatan bisnis.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi menyatakan, angka yang muncul terkait pelemahan Rupiah berdasarkan proyeksi dari berbagai lembaga atau pengamat memang hanya angka psikologis berdasarkan uji ketahanan atau stress test. Kata dia, itu bukanlah proyeksi terhadap pelemahan Rupiah.

Baca Juga: Ambil Untung Pelemahan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp13.737/USD

"Siapa pun bisa bicara nilai tukar sensitif itu berbahaya. Tapi itu level semacam psikologis atau stress test, berapa sih yang membuat korporasi bermasalah. Itu hanya level psikologis, dipandang angka yang bisa terjadi berikutnya. Tapi itu bukan berupa proyeksi," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dia pun meyakini, Rupiah tak akan bergerak hingga level Rp15.000 per dolar AS. Bahkan, saat ini, kata dia, Rupiah mulai menunjukkan penguatan dan diharapkan akan terus berlanjut.

"Kami enggak melihat ada risiko (pelemahan Rupiah) ke arah sana. Kita akan jaga betul dengan dukungan otoritas lain supaya nilai tukar kita menguat dari pada sekarang dan stabil," jelasnya.

Baca Juga: Agus Marto: Penguatan Dolar terhadap Rupiah Tak Akan Berlanjut

Berdasarkan, Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR) BI mencatat nilai tukar rupiah pada Rabu (14/3) diperdagangkan sebesar Rp 13.739 per dolar AS. Level itu menguat dibanding hari sebelumnya sebesar RP 13.757 per dolar AS. 

Kendati demikian, nilai tukar Rupiah di level ini, diakui Doddy belum sesuai dengan nilai fundamental.  

"Level sekarang menurut penilaian kami belum sesuai fundamental. Bisa lebih menguat harusnya, sekarang sudah menguat tapi belum sesuai fundamental," ucapnya. 

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Lagi ke Rp13.763/USD

Doddy meyakini, Rupiah takkan mengalami pelemahan lebih jauh karena didorong fundamental ekonomi Indonesia. Di mana defisit transaksi berjalan diperkirakan terjaga di 2%-2,5% PDB tahun ini, serta inflasi yang masih di sasaran 2,5%-4,5% yoy/year on year. Kemudian, pertumbuhan ekonomi yang diprediksi di kisaran 5,1-5,5% (yoy) di tahun ini.

"Bahwa fundamental perekonomian kita tidak ada alasan untuk melemah. Karena adanya prospek ekonomi, inflasi, juga berkaitan dengan pengurangan devisa. Faktor domestik juga mendukung, fiskal terjaga. Utang luar negeri juga terkendali," ujar dia.

Adapun sejak awal Maret hingga hari ini, 14 Maret, Rupiah tercatat terdepresiasi sebesar 0,27% month to date (mtm).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini