nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Model Pengadaan Barang dan Jasa Akan Diperkuat

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 10:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872470 model-pengadaan-barang-dan-jasa-akan-diperkuat-Y5zWo89Mf4.jpg Ilustrasi: Shutterstock

BOGOR – Pemenuhan barang dan jasa di lingkungan pemerintah yang mencapai kurang lebih Rp440 triliun per tahun perlu diperkuat di sisi pengadaannya. 

Untuk itu, diperlukan kebijakan yang tepat dengan mengacu pada efisiensi, efektivitas, pelayanan publik, dan penciptaan iklim kompetisi yang adil. Demikian ringkasan dari pertemuan Forum Jakarta III yang diikuti 14 lembaga dan kementerian di Bogor, Jawa Barat. 

Baca Juga: Kepala LKPP Ingin Ubah Paradigma Pengadaan Barang Jasa ke Mekanisme Pasar

Pertemuan itu di motori oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), serta di dukung oleh Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-I), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). 

Kepala LKPP Agus Prabowo mengatakan, pengadaan bukan sekadar melakukan pemilihan penyedia, juga ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. 

Baca Juga: Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Capai Rp1.200 Triliun di 2018

“Hal tersebut akan mendorong para pemangku kepentingan untuk ikut terlibat dalam program modernisasi pengadaan,“ ujar Agus dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Agus menambahkan, kegiatan ini perlu ditingkatkan dalam pertemuan tingkat menteri. Pasalnya, membangun pengadaan publik yang baik itu tidak bisa hanya ditangani oleh LKPP sendiri sehingga harus ada ekosistem yang dibangun oleh beberapa kementerian/lembaga. 

Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho menyatakan, dalam tiga tahun terakhir, sekitar 25% komponen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga: Anggaran Rp400 Triliun Tidak Tepat Sasaran!

Menurut dia, hambatan terbesar dari modernisasi pengadaan ada pada paradigma posisi strategis pengadaan.

“Secara bisnis proses, pengadaan masih bersifat ad hoc tanpa ada strategi pengadaan dan tanpa ukuran kinerja yang berorientasi value of money,” ujar Yanuar.

Pada forum tersebut, ada beberapa hal yang berhasil diidentifikasi, antara lain struktur kelembagaan pengadaan K/L yang diterapkan secara sama untuk semua K/L. 

(Yanto Kusdiantono)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini