nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permudah Bisnis, Kementerian ESDM Cabut SNI Bidang Ketenagalistrikan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 12:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872518 permudah-bisnis-kementerian-esdm-cabut-sni-bidang-ketenagalistrikan-ApF9hmYKQY.jpg Ilustrasi Listrik. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah berupaya untuk meningkatkan iklim investasi, temasuk di sektor kelistrikan dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Oleh karena itu, di sektor EBT, Kementerian ESDM telah mencabut 5 Peraturan Menteri ESDM dan 9 perizinan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy Noorsaman Sommeng menjelaskan, salah satu indikator untuk kemudahan usaha adalah kemudahan mendapatkan sambungan listrik, sehingga hal tersebut menjadi fokus Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM).

Adapun peringkat kemudahan mendapatkan sambungan listrik di Indonesia pada posisi 38 di 2018. Dia menyebutkan, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk memudahkan perizinan adalah menata ulang regulasi.

"Sejak awal tahun 2018 ini, Kementerian ESDM telah melakukan penataan terhadap puluhan regulasi dan perizinan yang tumpang tindih," ujarnya di Kantor Direktorat Jendreal Ketenagalistrikan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Baca Juga: Pasokan Listrik Ditambah 56.024 Mw hingga 2027

Dia melanjutkan, dari total regulasi yang disederhankan oleh Kementerian ESDM dari awal januari hingga Maret 2018 ini, sebsektor ketenagalistrikan menyederhanakan 20 regulasi yang dilakukan secara bertahap, yakni 11 regulasi yang dicabut atau direvisi pada Januari 2018 dan 9 regulasi di Februari.

"Salah satu regulasi yang dicabut adalah terkait penerapan wajib standar nasional Indonesia (SNI) bidang ketenagalistrikan yang bertujuan untuk memperlancar dwelling time atau pemindahan inspkesi dari border ke post border," ujarnya.

Sekadar diketahui, peringkat kemudahan usaha Indonesia atau Ease of Doing Business (EoDB) tahun 2018 pada posisi 72 dari sebelumnya pada peringkat 106 di 2016 dan 91 pada 2017.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini