nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag Enggar: Ego Kedaerahan Hambat Ekspor Kopi

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 12:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872522 mendag-enggar-ego-kedaerahan-hambat-ekspor-kopi-Ao3WjJb5DM.jpg Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Okezone/Arief)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan banyak produk Indonesia saat ini yang sudah mulai berkembang pesat dan siap masuk ke pasar mancanegara. Produk-produk tersebut, mulai dari komoditas pangan hingga produk manufaktur.

Enggar menjelaskan, selama ini hanya ada dua komoditas unggulan Indonesia untuk yang diekspor ke negara lain yakni Crude Palm Oil (CPO) dan batubara. Menurutnya, saat ini sudah ada produk unggulan lainnya yang bisa ditingkatkan untuk bisa diekspor, salah satunya adalah kopi.

"Kopi kita sudah meningkat dan sekarang menjadi persoalan adalah nama kopi itu banyak dan ada ego kedaerahan namanya mau disebut. Kita ada kopi Sidikalang, ada kopi Gayo, ada kopi Toraja ada segala macam ini," ungkap Enggar kala Okezone berkunjung ke kantornya.

Baca Juga: Laris Manis, Kopi Indonesia Jadi Primadona di Slowakia

Bahkan, Enggar menyebutkan, ada satu kabupaten yang memiliki banyak nama kopi, karena setiap daerah ingin nama daerahnya dicantumkan hingga tingkat kelurahan. Hal ini, tentu membuat sulit sehingga dia meminta kepada Pemerintah Daerah tersebut untuk menjelaskan kepada daerah jika kebanyakan nama akan susah untuk mempromosikannya.

"Saya bilang sama Bupati tolong selesaikan ini, karena kita akan sulit sekali menjual nama daerah, dan itu dia kekeh karena saling mengklaim kopi dari daerahnya yang paling enak. Tapi saya tekankan kalau kita sebut satu daerah dan hanya jenisnya yang beraneka ragam itu akan jauh lebih lebih mudah," jelasnya.

Baca Juga: Salip Vietnam, RI Dorong Ekspor Kopi ke China

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa ekspor kopi Indonesia ke Korea Selatan meningkat 53,01% pada periode Januari-Agustus 2017 atau sebesar USD9,42 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda menjelaskan bahwa tingginya permintaan kopi Indonesia di Korsel tersebut salah satunya disebabkan meningkatnya konsumsi kopi di Negeri Ginseng itu.

Konsumsi kopi di negara dengan ekonomi terbesar ke-4 Asia itu bahkan meningkat sebesar 25% dalam satu dekade terakhir. Kemendag melihat hal tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan ekspor kopi ke Korsel lewat promosi pada Seoul Int'l Cafe Show 2017 yang berlangsung pada 9-12 November 2017 di Convention & Exhibition Center (COEX), Seoul, Korea Selatan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini