nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Percepatan LRT Harus Utamakan Keselamatan

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 12:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872549 percepatan-lrt-harus-utamakan-keselamatan-YXwXVb84ii.jpg Foto: Koran Sindo

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta mengimbau pekerja mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya proyek light rail transit (LRT) Jabodebek. 

Pemprov tak ingin kebocoran pipa gas di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (12/3) malam, yang di duga akibat proyek LRT terulang lagi. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, kecelakaan kerja itu sangat fatal, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa. 

Baca Juga: BPPT Dukung INKA Kerjakan 31 LRT Jabodebek

“Mungkin lelah. Mungkin mereka dikejar tayang,” katanya. Dia mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus upaya percepatannya. Namun, jangan mengesampingkan kaidah-kaidah standard operational procedure (SOP) yang benar. 

Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pekerja proyek in fra - struktur yang ada di Jakarta, Sandi menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI turun ke lapangan mulai kemarin. Kepala Disnaker DKI Jakarta Priyono menuturkan, sejak awal pembangunan pihaknya terus mengimbau pelaksana proyek memenuhi syarat ke - amanan, kesehatan, dan ke - selamatan kerja (K3).

Baca Juga: Akademisi Setuju LRT Dibangun di Kota Semarang

Sepengetahuan dia, pelaksana proyek belum keluar dari SOP dan syarat K3 tersebut. “Kami sifatnya pembinaan. Kalau untuk pengecekan, tadi pagi ada bagian pengawasan dan saya belum mendapat laporan,” ungkapnya. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ricardo menilai, kebocoran pipa gas diduga akibat proyek LRT merupakan sebuah kecerobohan pelaksana pembangunan. 

Dia meminta Pemprov DKI bersama pemerintah pusat mengaudit seluruh bangunan yang ada di Jakarta dan memberikan sanksi kepada pelaksana agar tidak dipercaya lagi mengerjakan proyek. 

Sebab, dalam pelaksanaan pembangunan harus ada masterplan. Dalam masterplan itu dapat diketahui titik-titik rawan pengerjaan, apakah ada pipa, kabel, ataupun utilitas lainnya. 

(Bima Setiyadi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini