nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kadin Minta Pengusaha Swasta Tak Takut Bersaing dengan BUMN

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 16:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872676 kadin-minta-pengusaha-swasta-tak-takut-bersaing-dengan-bumn-NzqoekkYT4.jpg Pembangunan Infrastruktur. (Foto: ANT)

JAKARTA - Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pembangunan infrastruktur menyisakan polemik antara pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya BUMN karya dengan pihak swasta. Sebab, pihak swasta menilai banyak pembangunan infrastruktur pemerintah diberikan kepada BUMN.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan, proyek pembangunan yang menjanjikan hari ini adalah proyek pemerintah sementara proyek swasta tampak lesu.

Belum lagi tantangan yang dihadapi oleh swasta makin kompleks sehingga perannya makin tidak signifikan. Oleh karena itu, dia mengharapkan adanya kemitraan swasta dengan BUMN khususnya di BUMN karya.

"Pasarnya sudah turun, volumenya, dan juga tantangan dari impor maupun persaingan dunia luar termasuk tantangan digital ekonomi yang sekarang sedang ramai di mana ini menjadi sebuah akselerasi dunia usaha," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Baca Juga: Presiden Undang Pengusaha Daerah Bangun Infrastruktur

Guna membahas hal tersebut, maka Kadin Indonesia mempertemukan pihak swasta dengan BUMN Karya dalam Diskusi Indonesia Infrastructure Incorporate. Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas upaya BUMN karya dalam melakukan akselerasi daripada pembangunan infra yang sedang berlangsung. Di samping itu, juga akan dipaparkan kendala yang selama ini terjadi di dalam pembangunan infrastruktur.

Erwin juga mengimbau agar pihak swasta untuk menyesuaikan dengan perkembangan perekonomian digital yang sangat cepat. Sektor digital dinilai mampu melakukan akselerasi dalam pertumbuhan perusahaan serta diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia ke depannya.

Dia pun memberikan contoh beberapa perusahaan yang berbasis ekonomi digital yang baru beroperasi selama dua hingga tiga tahun bahkan mampu tumbuh lebih besar dibandingkan dengan perusahaan non digital yang telah berusia 60 tahun.

"Di mana peranan bisnis konvensional dari teman-teman yang bergerak di transportasi, konstruksi, supaya jangan sampai semuanya larut dalam bisnis tradisional kemudian tidak migrasi kepada bisnis digital," kata dia.

Baca Juga: Meski Macet, Menko Luhut Ingin Proyek Pembangunan Infrastruktur Tetap Jalan

Diskusi ini dihadiri perwakilan dari beberapa perusahaan BUMN seperti PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Sementara pihak swasta diwakili oleh Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini