nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag Enggar Tegaskan Kini Zamannya Jeruk Garut, Tak Ada Lagi dari Mandarin

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 16:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872694 mendag-enggar-tegaskan-kini-zamannya-jeruk-garut-tak-ada-lagi-dari-mandarin-YNenxuKj4f.jpeg Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto bersama Pemimpin Redaksi Okezone Budi Santosa

JAKARTA – Zaman sekaran, masyarakat lebih menyukai menggunakan produk impor dibandingkan produk lokal. Padahal, produk dalam negeri tidak kalah bagus dan dengan produk impor.

Namun, untuk membuat masyarakat bisa menilai bagus produk Indonesia masih sangat sulit. Hal ini membuat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan tim terus melakukan upaya agar produk Indonesia bisa berjaya di negeri sendiri sebelum ke negara lain.

Enggar menjelaskan, untuk mencapai itu pihaknya sudah melakukan sosialisasi, dan selain itu, Presiden dan Menteri Kabinet Kerja lainnya sudah memulai dari diri sendiri dulu untuk menggunakan produk Indonesia. Diharapkan, penggunaan produk lokal dapat di ikuti oleh masyarakat.

Baca Juga: Mendag: Tol Laut dan Digitalisasi Jadi Solusi Penurunan Harga di Daerah Timur

"Sekarang mulai positif (produk dalam negeri) dan kita sudah kampanyekan 'aku cinta produk Indonesia'. Saya juga sudah pakai batik terus, pak Presiden juga pakai batik di setiap kesempatan, kecuali kalau ada acara formal yang mengharuskan jas maka mau tidak mau akan palai jas. Tapi untuk kegiatan keseharian pasti baju putih dan batik," ungkap Enggar saat Okezone berkunjung ke kantornya, Rabu (14/3/2018).

Selain itu, Enggar juga bercerita mengenai istrinya yang mendapatkan apresiasi karena menggunakan produk dalam negeri. Padahal awalnya istrinya sebagai istri Menteri Perdagangan maka wajib membeli semua produk dalam negeri yang baru, dan setelah digunakan ternyata bagus dan mendapatkan apresiasi.

Baca Juga: Mendag Enggar: Packaging Jadi Tantangan IKM Indonesia Bersaing di Dunia

"Istri saya dapat apresiasi dan itu diikuti oleh masyarakat jadinya laku juga produknya," cerita Enggar.

Tidak hanya itu, Enggar juga menceritakan sekarang ini sudah mulai giat melakukan pameran bagi IKM agar produknya bisa laku di pasaran. Diharapkan masyarakat bisa mengikuti apa yang dilakukan olehnya, Presiden dan Menteri lainnya.

Tidak hanya untuk manufaktur, Enggar juga menyebutkan sudah mulai menyetop impor untuk komoditas pangan. Ini karena kualitas produk dalam negeri sudah baik dan sudah digemari oleh masyarakat.

Baca Juga: Mendag Dorong Komitmen Penyelesaian RCEP 2018

"Sekarang dengan produk-produk lokal sudah baik makanya sejauh menyambut kebijakan kita upaya melindungi sekarang bisa disampaikan, wortel kita juga sudah bagus-bagus karena sudah enggak ada lagi importir yang masukin wortel dari dari China," katanya.

Sementara itu, untuk komoditas Jeruk yang biasanya diimpor dari China ditekankan sudah tidak ada lagi beredar di pasaran. Karena saat ini jeruk dalam negeri sudah bagus, walaupun impor itu hanya jeruk dari Pakistan yang memang tidak ada di Indonesia.

"Kemudian sekarang jeruk Garut, jeruk Medan, jeruk Pontianak, jeruk dari Malang sudah mulai meningkat produksinya, setelah enggak ada jeruk kecil dari Mandarin yang manis itu. Sekarang sudah enggak ada lagi. Kalau ada juga busuk," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini