nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dapat Teguran, Adhi Karya Akan Perbaiki Sistem Keselamatan Kerja

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 16:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872711 dapat-teguran-adhi-karya-akan-perbaiki-sistem-keselamatan-kerja-9iQxwbTcD6.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) memberikan teguran kepada PT Adhi Karya (Persero). Hal tersebut menyusul kecelakaan konstruksi Ligth Rail Transportation (LRT).

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Budi Harto mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap sistem disiplin yang ada dilapangan. Khususnya untuk Kesehatan dan Kesalamatan Kerja (K3) dalam pengerjaan proyek infrastruktur.

 Baca juga: Waskita Karya Lanjutkan 20 Proyek Infrastruktur Layang

"Kita akan memperbaiki sistemnya, disiplin di lapangan, gitu. Engga. Sistem aja. Kita kan enggak fatal, hanya kecil kecil gitu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Budi mengatakan, berdasarkan rekomendasi Menteri PUPR, teguran yang diterima dari Menteri BUMN adalah berupa peringatan tertulis. Hal itu bertujuan untuk memastikan agar bisa lebih berhati-hati dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

 Baca juga: Bertemu dengan Menko Luhut, SMI dan JBIC Kolaborasi Pembiayaan Infrastruktur?

"Tegurannya diingatkan secara tertulis saja. Ya supaya hati-hati. Tapi kan rekomendasi Menteri BUMN gitu. Supaya diberikan peringatan," jelasnya.

Sebagai informasi, Komite Keselamatan Konstruksi telah memberikan rekomendasi terkait sanksi bagi perusahaan konstruksi, khususnya BUMN, yang mengalami kecelakaan konstruksi.Rekomendasi tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono selaku penanggung jawab Komite KKK.

Dalam rekomendasi tersebut, peringatan tertulis akan diberikan kepada PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya terhadap kecelakaan konstruksi yang terjadi. Sementara untuk PT Hutama Karya, akan diberikan peringatan tertulis dan sanksi untuk mengganti Kepala Proyek yang bertanggung jawab pada proyek double double track (DDT) Manggarai-Jatinegara.

Selanjutnya, peringatan tertulis dan sanksi juga diberikan kepada konsultan PT Virama Karya dengan mengganti Kepala Divisi yang bertanggung jawab pada proyek-proyek yang mengalami kecelakaan konstruksi.

Sementara khusus PT Waskita Karya nantinya akan mendapatkan sanksi paling berat. Sanksi tersebut adalah untuk mengganti direksi seluruh Direksi akibat kecelakaan konstruksi yang terjadi pada proyek Tol Becakayu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini