nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tingkatkan Ekspor, Kemendag Incar Taiwan dan Selandia Baru

ant, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 20:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872886 tingkatkan-ekspor-kemendag-incar-taiwan-dan-selandia-baru-lv4nS9vA6d.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menyiapkan program misi dagang ke Selandia Baru dan Taiwan dalam upaya mempenetrasi pasar tujuan ekspor nontradisional dan meningkatkan ekspor berkelanjutan di kawasan Pasifik dan Asia Timur pada Maret 2018.

Program misi dagang Selandia Baru akan dilaksanakan pada 16 Maret-19 Maret 2018 bersamaan dengan Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo. Sedangkan, misi dagang Taiwan dilaksanakan pada 22-25 Maret 2018 dalam rangkaian pameran Indonesia Week.

"Misi dagang Kemendag kali ini akan melakukan penetrasi pasar ke Pasifik dan Asia Timur. Upaya ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam Raker Kemendag 2018 yaitu peningkatan kinerja ekspor," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (14/3/2018).

Arlinda menambahkan, menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo, pihaknya berupaya meningkatkan akses pasar agar target pertumbuhan ekspor 11% bisa tercapai. Dalam misi dagang Selandia Baru, Kemendag memboyong delegasi bisnis yang terdiri atas 23 pelaku usaha dari 16 perusahaan.

Pelaku usaha yang ikut serta ini bergerak di sektor furnitur, makanan dan minuman, produk agro, kopi, kelapa sawit dan turunannya, kertas dan alat tulis, energi, serta jasa tenaga kerja terampil.

Selepas Selandia Baru, misi dagang selanjutnya akan dilaksanakan di Taiwan pada 22 Maret-25 Maret 2018.

Pada misi dagang ke Taiwan, Kemendag bersinergi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei untuk menyelenggarakan Indonesian Week 2018 di Taiwan World Trade Center, sebuah pusat perdagangan terbesar di Taiwan.

"Misi Dagang dalam rangka Indonesian Week ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden bahwa kegiatan promosi harus dilakukan secara sinergis antara kementerian, lembaga, dan para pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan promosi harus menjadi kesatuan sehingga membentuk citra positif bagi Indonesia," imbuh Arlinda.

Indonesian Week 2018 diselenggarakan untuk mempromosikan potensi Indonesia di bidang perdagangan, investasi, tenaga kerja terampil, serta pariwisata. Kemendag melihat kebutuhan sektorsektor tersebut di Taiwan terus tumbuh.

Tren perdagangan bilateral Indonesia dengan Negeri Kiwi dalam periode lima tahun (2012-2016) turun 3,69%. Namun, kinerja naik tajam hingga 15,72% pada 2017 dibandingkan tahun 2016 menjadi USD1,19 miliar.

Sementara pada 2017, ekonomi Taiwan tumbuh di atas perkiraan yaitu 2,6% yang dimotori sektor perdagangan melalui ekspor dan impor. Impor Taiwan dari dunia tahun 2017 naik signifikan sebesar 12,58%.

Produk-produk yang mengalami peningkatan permintaan di antaranya makanan dan minuman, produk perikanan, furnitur, produk agro, kelapa sawit dan turunannya, serta kerajinan.

Di sisi lain, total perdagangan Indonesia-Taiwan pada 2017 mencapai USD7,47 miliar, meningkat 14,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Surplus bagi Indonesia meningkat 25,65% dibandingkan tahun 2016 dengan nilai ekspor Indonesia ke Taiwan sebesar USD4,22 miliar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini