Dolar AS Masih Bergerak Menguat

ant, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 08:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 15 278 1872993 dolar-as-masih-bergerak-menguat-UqyU6W3b6t.jpg

NEW YORK - Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para investor memilah-milah data ekonomi terbaru dari negara tersebut.

Departemen Perdagangan pada Rabu (14/3/2018), mengatakan, Perkiraan awal penjualan ritel dan jasa-jasa makanan di AS untuk Februari 2018 mencapai USD492 miliar, turun 0,1% dari bulan sebelumnya, gagal memenuhi konsensus pasar untuk kenaikan 0,4%

"Penjualan ritel terus mengecewakan, terutama komponen-komponen tiket terbesar mobil dan furnitur. Perkiraan PDB akan direvisi turun lagi," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.

 Baca Juga: Pencopotan Menlu AS Tekan Pergerakan Dolar

Sementara itu, Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir naik 0,2% pada Februari, disesuaikan secara musiman, sesuai dengan perkiraan pasar, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/3/2018).

Pada basis yang tidak disesuaikan, indeks permintaan akhir meningkat 2,8% untuk 12 bulan yang berakhir pada Februari.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,06% menjadi 89,731 pada akhir perdagangan.

 Baca Juga: Dolar AS Tetap Melemah Meski Laporan Tenaga Kerja Positif

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2374 dari USD1,2397 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3972 dari USD1,3977 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7881 dari USD0,7867.

Dolar AS dibeli 106,29 yen Jepang, lebih rendah dari 106,64 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9448 franc Swiss dari 0,9439 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2941 dolar Kanada dari 1.2942 dolar Kanada.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini