Bank Dunia: Ekonomi Gaza Butuh Tak Bisa Bertahan Tanpa Dunia Luar

ant, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 14:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 15 320 1873177 bank-dunia-ekonomi-gaza-butuh-tak-bisa-bertahan-tanpa-dunia-luar-2VKFeCA4Er.jpg World Bank. (Foto: Reuters)

PALESTINA - Penurunan ekonomi di Jalur Gaza menjadi terlalu curam untuk ditangani oleh bantuan internasional dan kondisi ini juga mengisyaratkan bahwa daerah kantong Palestina yang diblokade Israel dan Mesir ini harus diizinkan melakukan perdagangan bebas.

"Perekonomian di Gaza tidak dapat bertahan tanpa terhubung ke dunia luar," Bank Dunia melaporkan melalui sebuah laporan setebal 46 halaman yang dikeluarkan di Roma.

"Setiap upaya pemulihan ekonomi dan pembangunan harus bisa mengatasi dampak dari rezim penutupan saat ini," tambah pernyataan tersebut.

Mengutip tentang keamanan, Israel dan Mesir membatasi pergerakan untuk melintasi perbatasan Gaza. Wilayah tersebut berada di bawah kendali Hamas sejak 2007, namun kelompok Islam tersebut telah melakukan pembicaraan di Kairo mengenai pembagian kekuasaan dengan pemerintah Palestina yang didukung oleh AS.

Pertumbuhan ekonomi Gaza anjlok dari delapan persen di tahun 2016 menjadi 0,5 persen tahun lalu, dengan separuh dari angkatan kerja menganggur dan bidang kesehatan masyarakat juga berisiko mengalami penurunan layanan dasar seperti air dan listrik, kata Bank Dunia.

"Dalam jangka panjang, bantuan tidak akan mampu memberikan dorongan bagi pertumbuhan, juga tidak dapat membalikkan penurunan pembangunan di Gaza," katanya.

Bank Dunia juga mendesak agar ekspor Palestina dari daerah kantong lebih ditingkatkan dan pembatasan pada impor barang berfungsi ganda, yang merujuk pada bahan yang mungkin memiliki fungsi penggunaan militer.

Israel dan Mesir tidak segera mengomentari laporan ini yang muncul sehari setelah mereka dan 18 negara lainnya mengadakan sebuah konferensi Washington mengenai kemungkinan pemulihan krisis Gaza.

Gedung Putih, seperti Israel, menghalangi Hamas dan menuduh warga Palestina tidak mengupayakan perdamaian dengan baik, serta mengatakan bahwa pihaknya mempresentasikan "gagasan proyek spesifik" yang mungkin akan diraih pada sebuah pertemuan internasional mengenai Gaza di Brussels pada tanggal 20 Maret.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini