nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

37.000 Kontraktor Swasta Bangkrut hingga Surat Utang untuk Sri Mulyani

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 17 Maret 2018 09:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 16 320 1873871 37-000-kontraktor-swasta-bangkrut-hingga-surat-utang-untuk-sri-mulyani-zcHXzVkofo.jpg Foto: Sri Mulyani (Sumber Instagram)

JAKARTA - Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mencatat sebanyak 37.000 perusahaan kontraktor swasta mengalami kebangkrutan dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendapat surat terbuka dari salah seorang sarjana teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad Akhyar. Surat yang diposting melalui sosial media tersebut membahas mengenai utang Indonesia yang sempat dibahas Sri Mulyani dalam sebuah acara.

Di sisi lain, Penerapan sistem ganjil-genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur dinilai efektif mengatasi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

37.000 Kontraktor Swasta Bangkrut dalam 3 Tahun Gara-Gara Tak Dibayar hingga No Job

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mencatat sebanyak 37.000 perusahaan kontraktor swasta mengalami kebangkrutan dalam tiga tahun terakhir.

Wakil Ketua Umum III Bambang Rahmadi Gapensi menjelaskan, data tersebut dilihat dari penurunan jumlah anggota Gapensi dari sekitar 80.000 saat ini tinggal 43.000 anggota.

"Itu berarti turun terus. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, karena enggak ada kerjaan, atau ada kerjaan lama-lama enggak dibayar akhirnya bangkrut juga. Itu fakta," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dia juga menyebutkan, perusahaan kontraktor swasta telah mengantongi porsi 45% dari total proyek infrastruktur yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah. Mereka menilai, porsi tersebut masih kecil dibandingkan dengan porsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang menggenggam 55% proyek infrastruktur.

Bambang meminta pemerintah meningkatkan porsi swasta. Sebab, jatah 45% terdistribusi kepada 140.000 kontraktor.

"BUMN kemudian itu hanya dibagi 8 kontraktor sementara ada 140.000 kontraktor kebagian kuenya hanya kurang lebih 45% kan ini timpang," kata dia.

Sekadar informasi, kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2015-2019 sebesar Rp4.769 triliun. Adapun APBN dan APBD hanya mampu membiayai sebesar Rp1.951,3 triliun atau setara dengan 41,3%.

Sisanya, sebanyak Rp2.817,7 triliun atau setara 22,2% akan dialokasikan untuk BUMN dan sebesar Rp1.751,5 triliun atau setara 36,5% diharapkan berasal dari partisipasi pihak swasta.

Surat Terbuka Akhyar untuk Sri Mulyani, Ini Penjelasan Kemenkeu

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendapat surat terbuka dari salah seorang sarjana teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad Akhyar. Surat yang diposting melalui sosial media tersebut membahas mengenai utang Indonesia yang sempat dibahas Sri Mulyani dalam sebuah acara.

Akhyar merasa sedih dalam pembahasan tersebut utang Indonesia dibandingkan dengan utang Jepang. Menurutnya, utang Indonesia tidak pantas dibandingkan dengan Negara Sakura tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan, pernyataan yang disampaikan oleh Sri Mulyani dengan membandingkan rasio utang Indonesia dengan Jepang lebih melihat kepada kemampuan perekonomian Indonesia (yang diukur dengan PDB) untuk meng-cover utang yang dimiliki.

"Jika dihitung, saat ini kemampuan ekonomi kita masih lebih dari 3 kalinya dibandingkan jumlah utang yang dimiliki," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Sementara itu, lanjutnya, Pemerintah berkomitmen bahwa setiap Rupiah utang yang dilakukan harus dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan yang sifatnya produktif dan investasi dalam jangka panjang yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar lagi di masa depan.

Berdasarkan berbagai penelitian, diyakini bahwa investasi di bidang pendidikan akan menghasilkan return sekitar 22%, sementara itu di bidang infrastruktur akan menghasilkan return 20%, jauh lebih tinggi dibandingkan biaya utang kita saat ini sekitar 6%.

"Intinya, melihat utang jangan hanya sepotong2; tapi harus secara utuh dalam konteks dan konstelasi makro ekonomi secara keseluruhan," ujarnya.

Dirinya pun sempat menjelaskan, negara-negara dengan kategori pendapatan menengah bawah, memang untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan mengejar ketertinggalan memerlukan capital atau modal baik dari dan luar negeri.

Selama modal masuk ke negara berkembang digunakan untuk membangun yang produktif dan dengan tata kelola yang baik, maka modal tersebut berguna untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengejar ketertinggalan dari negara maju.

Oleh sebab itu, pemerintah selalu menyatakan bahwa utang dan keuangan negara harus terus dikelola dengan baik dan dengan tata kelola yang bersih. Ini bentuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyatnya.

Indonesia memang negara debitur, namun level utangnya tergolong sehat dan hingga saat ini Pemerintah tidak pernah gagal bayar, karena kita mengelolanya secara hati-hati dan terukur. Dalam hal ini Pemerintah memperhitungkan kemampuan membayar kita jauh lebih tinggi dibandingkan kewajiban di setiap jatuh tempo.

Macet di Tol Jakarta-Cikampek Menurun berkat Sistem Ganjil Genap

Penerapan sistem ganjil-genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur dinilai efektif mengatasi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Hal itu dibuktikan saat uji coba kebijakan tersebut kemarin.

PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek mencatat ada peningkatan kecepatan di ruas tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta hingga dua kali lipat.

“Kepadatan kendaraan yang biasa terjadi di ruas tol mulai mencair,” ujar Deputy General Manager Traffic Manajemen Lalu Lintas, PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Cece Kosasih.

Menurut dia, laju kendaraan di tol bisa menembus 40 km/jam hingga 60 km/jam. Namun, saat diterapkan mulai pukul 06.45 hingga siang hari pukul 11.30 WIB, kecepatan kendaraan bertambah hingga 60 km/jam. Cece memperkirakan, rasio jalan raya terhadap kendaraan di sana juga menurun.

Awalnya menembus angka 1, namun sekarang menurun di kisaran angka 0,8, sebab jika rasio sudah menembus angka 1 maka sudah di pastikan lalu lintas padat hingga macet total.

“Pada penerapan ini, kemacetan di ruas tol arah Jakarta berkurang signifikan,” katanya.

General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman mengatakan, jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol (GT) Bekasi Barat 1 terpantau mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan kondisi normal. Tercatat 1.820 kendaraan masuk melalui GT Bekasi Barat 1 arah Jakarta.

Angka tersebut turun 30% dari kondisi normal yang mencapai 2.600 kendaraan. Sedangkan kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Bekasi Barat 2 mencapai 1.852 kendaraan atau turun 38,20% dari kondisi normal yang mencapai 3.000 kendaraan. Sedangkan dari GT Bekasi Timur 2, jumlah kendaraan yang menuju ke Jakarta saat jam pemberlakuan kebijakan mencapai 1.545 kendaraan atau turun 35,60% dibanding kondisi normal yang mencapai 2.400 kendaraan. Penurunan signifikan jumlah kendaraan dipengaruhi beberapa faktor di antaranya, pengguna jalan tol mempunyai tiga opsi yakni beralih rute ke jalur alternatif, beralih waktu perjalanan serta beralih moda transportasi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta maaf kepada warga Bekasi terkait kebijakan penerapan sistem ganjil-genap. Ketidaknyamanan yang dirasakan warga Bekasi dimaksudkan untuk memberikan manfaat kebaikan dan mengurangi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya meminta maaf kalau menimbulkan rasa kurang nyaman pada warga Bekasi, namun ini adalah upaya kami untuk mencari solusi pemecah kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek,” kata Budi saat melakukan peninjauan di gerbang tol Bekasi Barat, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Menurut dia, laju kendaraan di ruas jalan tol Cawang-Bekasi hingga Cikampek memang amat rendah dengan rata-rata 0 km/jam-20 km/jam. Laju tersebut terbukti meningkat di hari pertama pemberlakuan paket kebijakan green line, termasuk sistem ganjil-genap. Dia mengakui telah mengeluarkan tiga paket kebijakan di ruas tol Jakarta-Cikampek melalui Permenhub Nomor 99 Tahun 2018 dan Permenhub Nomor 18 Tahun 2018. Tiga paket kebijakan ini adalah aturan ganjil-genap pelat kendaraan bagi golongan I di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.

Lalu, pembuatan jalur khusus angkutan bus di bahu jalan tol. Kemudian, pembatasan jam operasional kendaraan barang (dua arah) pada golongan III, IV, dan V. Ketiga paket kebijakan ini berlaku mulai Senin, 12 Maret 2018 setiap hari kerja, Senin- Jumat mulai pukul 06.00-09.00 WIB, sementara akhir pekan dan libur nasional ditiadakan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap paket kebijakan ini bisa menjadi solusi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Hal itu sangat menolong masyarakat yang melaju di antara ruas jalan tol Jakarta-Cikampek setiap harinya.

“Jangan sampai tiga solusi ini malah bikin publik lemah, sambil berjalan, sambil dievaluasi,“ tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Tito juga meminta petugas tidak menilang pengendara yang melanggar dalam uji coba rekayasa lalu lintas di ruas tol Jakarta-Cikam pek. Pasalnya, tiga kebijakan yang diimplementasikan saat ini belum bersifat masif dan masih dalam uji coba beberapa hari ke depan.

“Saya sudah perintahkan jangan melakukan sanksi tilang selama sosialisasi, namun harus memberikan edukasi kepada para pengendara yang tidak mengetahui sistem ganjil-genap,” katanya.

Penumpang Trans jabodetabek Meningkat Drastis

Penerapan ganjil-genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur sangat efektif sebab penumpang Trans jabodetabek premium meningkat drastis.

Petugas Pengecekan Trans jabodetabek Mega City Dhedie Rasmana mengaku, penerapan ganjil-genap membuat sebagian masyarakat Bekasi beralih menggunakan transportasi massal.

“Meningkat drastis bahkan hampir penuh, tidak seperti biasanya, kemungkinan terus mengalami kenaikan,” katanya.

Bus Trans jabodetabek mempunyai kapasitas 34 tempat duduk. Waktu kedatangan antar bus (headway) hanya 10 menit.

Menurut dia, banyak warga yang bekerja di DKI Jakarta saat ini beralih ke moda ini. Biasanya sebelum ganjil-genap, satu hari lima bus berangkat totalnya hanya 28 penumpang.

“Hari ini meningkat tajam sudah 180 orang karena bus ini sangat nyaman dan cepat,” paparnya.

Di sisi lain, ratusan kendaraan roda empat di Kota Bekasi menyiasati perjalanannya di ruas tol Jakarta-Cikampek dengan berangkat lebih pagi. Akibatnya, ruas gerbang tol Bekasi Barat I di samping Mal Revo Town arah Jakarta sangat padat sejak pukul 05.60 WIB.

Panjang kemacetan mengular sekitar 300 meter atau sampai Jalan Ahmad Yani, yang menjadi akses masuk ruas tol itu.

“Kami berangkat sejak pagi karena terkena ganjil-genap, jadi harus berangkat pagi banget,” kata Andi Firdaus, 35, pengendara asal Rawalumbu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini