nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Minta Perbankan Salurkan Kredit UMKM, Menko Darmin: Itu Permintaan yang Wajar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 17 Maret 2018 09:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 17 320 1874100 jokowi-minta-perbankan-salurkan-kredit-umkm-menko-darmin-itu-permintaan-yang-wajar-aEh0oIvUQH.jpg Foto: Ant

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat
memperingatkan perbankan yang susah memberikan kredit utamanya untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM). Jokowi pun meminta perbankan untuk tak hanya mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tapi juga gencar menyalurkan kredit, terlebih pada UMKM.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, permintaan Jokowi merupakan hal yang wajar agar perbankan gencar memberikan  saluran kredit guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Terlebih, kata dia, pertumbuhan kredit barus dikisaran 8,2%-8,3% sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga mencapai 9,5%.

"Kemudian akses likuiditasnya masih banyak. Dari sana kemudian Presiden bilang jangan terlalu wait and see dong, pakailah itu akses likuiditasnya dan dana DPK itu," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (16/3/2018) malam.

Baca Juga: Jokowi Minta Masukan Bos IMF soal UMKM

Darmin mengatakan, kementerian terkait dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentu akan berkoordinasi kembali dengan perbankan untuk mendorong aaluran kredit.

Kendati demikian, kata mantan Gubernur BI ini, lagi-lagi semua keputusan saluran kredit akan berada di perbankan itu sendiri.

"Jadi keputusannya tetap di perbankan," imbuhnya.

Dia mencontohkan, seperti pada industri tekstil dan garmen, perbankan cenderung menilai industri tersebut masuk kategori berisiko tinggi atau sunset industry. Padahal bila melihat kebutuhan manusia, semua perlu mengenakan pakaian.

"Terus saya nanya, gimana sih kok bilang sunset? Semua orang masih pakai baju. Bukan cuma di Indonesia tapi di seluruh dunia, ini kita ekspor," ucapnya.

Baca Juga: Digitalisasi UMKM Jadi Senjata untuk Bersaing

Oleh sebab itu, dia pun meminta perbankan untuk melihat potensi bahwa banyak industri tekstil dan garmen yang layak mendapatkan saluran kredit. Sebab sering kali, petugas bank langsung menyimpulkan sunset industry pada industri ini.

"Itu petugas juga kalau dia orang dengarnya sunset, maka orang baru ngomong juga, halah ini sunset", ucapnya.

Dia pun menegaskan, bahwa tak selalu industri tekstil dan garmen merupakan sunset industry.

"Enggak selalu sunset, apalagi kalau dia punya rencana yang bagus dia bisa-bisa punya pasar yang besar," pungkasnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini