nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Air Kemasan Mengandung Partikel Plastik, BPOM Nyatakan Aman Dikonsumsi

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 18 Maret 2018 14:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 18 320 1874420 polemik-air-kemasan-mengandung-partikel-plastik-bpom-nyatakan-aman-dikonsumsi-vxCygMu6J7.jpg Foto: Reuters

JAKARTA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) buka suara kontroversi penelitian tentang mikroplastik yang ditemukan di beberapa kemasan air mineral. Pasalnya, banyak masyarakat yang merasa khawatir​ atas isu tersebut.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan konsumen tidak perlu khawatir dan panik terhadap keamanan, mutu dan gizi dari produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia. Pasalnya, sesuai aturan SNI AMDK (wajib SNI) dan peraturan Kepala BPOM, pihaknya terus melakukan pengawasan ketat pada tahap pre-market dan post market terhadap kemasan air mineral tersebut, sehingga dirinya menjamin seluruh air mineral yang dijual pasaran sudah sesuai standar yang berlaku.

“Tidak perlu panik, air minum dalam kemasan masih aman di minum hingga saat ini. Kami bisa memastikan AMDK yang beredar di Indonesia telah memenuhi standar yang berlaku secara internasional dan Standar Nasional Indonesia (SNI). BPOM selalu melakukan pengawasan sesuai standar-standar yang telah ditetapkan dengan melakukan pengajian dan pengawasan sebelum diedarkan dan saat di edarkan. Produk yang tidak memenuhi SNI akan kami lakukan tindakan,” ujarnya melalui keterangan pers, Minggu (18/3/2018)

Selain itu lanjut Penny belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia. Bahkan The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) selaku lembaga pengkaji risiko untuk keamanan pangan di bawah FAO-WHO belum mengevaluasi toksisitas plastik dan komponennya.

Oleh karena itu, belum ditetapkan batas aman untuk mikroplastik. Selain itu, Codex sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO-WHO belum mengatur ketentuan tentang mikroplastik pada pangan

“Kami masih menunggu kajian dari lembaga Internasional seperti EFSA, US-EPA yang saat ini sedang mengembangkan pengkajian termasuk metode analisis untuk melakukan penelitian toksikologi terhadap kesehatan manusia. Hasilnya belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia. Ini adalah penelitian awal. Kami menunggu dari WHO terhadap revisi terhadap standar kita tentang AMDK di Indonesia,” jelasnya.

Meskipun begitu lanjut Penny, pihaknya akan terus memantau isu mikroplastik dan berkoordinasi dengan lintas keahlian, akademisi, kementerian dan lembaga terkait serta asosiasi baik ditingkat nasional maupun internasional. Disisi lain dirinya juga mengingatkan konsumen untuk jeli memilih produk baik AMDK, makanan, kosmetik atau obat-obatan dengan memperhatikan kemasan, label, dan tanggal kadaluarsa.

“Dalam hal memilih, belilah AMDK yang diedarkan di ritel yang terpercaya. Kemudian hati-hati dalam memilih kemasan, perhatikan label yang tertera, ijin edar dan tanggal kadaluwarsa dan tentunya produk yang ber-SNI,” ucapnya. (gir)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini