nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antispasi Lonjakan Harga, Menko Darmin Minta Semua Beras Impor Digelontorkan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 12:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 19 320 1874736 antispasi-lonjakan-harga-menko-darmin-minta-semua-beras-impor-digelontorkan-8M4zDFi9yq.jpg Gudang beras. Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perkonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk menurunkan harga komoditas beras sebelum lebaran. Pasalnya hingga saat ini harga beras masih mahal di sejumlah pasar di Indonesia.

"Supaya (harga beras) turun sebelum puasa. Kita harus mengambil langkah 1-2 minggu ini agar harganya kembali (normal) lagi," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Baca Juga: Impor Beras Tahap II Disetujui karena Stok Bulog Menipis

Darmin menilai, harga beras masih mahal disebabkan oleh musim panen yang belum merata. Di mana tahun lalu Maret sudah mulai terjadi panen dan puncaknya pada April dan Mei sedangkan tahun ini tidak. Ini juga akan membuat pertumbuhan sektor pertanian pada kuartal I tahun ini akan lebih kecil dari tahun lalu.

"Kalau di lihat dari pertaniannya sedikit rendah dari tahun lalu. Karena tahun lalu Maret sudah puncak panen jadi jumlah dia agak besar.  Harga karena tahun lalu Maret sudah panen puncak berarti di kuartal I volumenya cenderung besar," jelasnya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan pemerintah adalah dengan impor beras. Di mana itu sudah dilaksanakan sehingga saat ini hanya tinggal menggelontorkan semua stok yang ada.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Melepaskan Ketergantungan Konsumsi Beras

"Kita akan melakukan intervensi pasar selama masih ada beras dari dalam negerinya ya itu, kalau enggak ada ya kita pakai beras impor, apa masalahnya dikira itu mau disimpan," jelasnya.

Sementara itu, Darmin menegaskan jika harga masih mahal maka semua beras impor harus digelontorkan. Sebab, tidak ada aturan yang membatasi jumlah beras yang didistribusikan ke pasar.

"Enggak perlu dibilang berapa, kita operasi pasar, untuk mendorong harga turun, turun ke arah mana, ke harga normalnya," tukasnya.


(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini