Share

Bursa Saham Asia Melemah Ikuti Jejak Wall Street

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 20 278 1875167 bursa-saham-asia-melemah-ikuti-jejak-wall-street-cMoVLN3em3.jpg Foto: AFP

JAKARTA - Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa waktu setempat, mengikuti pelemahan Wall Street di penutupan perdagangan kemarin.

Melansir CNBC, Jakarta, Selasa (20/3/2018), indeks saham acuan Jepang, Nikkei 225 turun 1,04% atau 223,21 poin, mengikuti penurunan yang terjadi di pasar saham Amerika Serikat.

Penurunan indeks Nikkei juga diperparah skandal politik yang sedang berlangsung yang melukai dukungan publik untuk Perdana Menteri Shinzo Abe. Sementara itu, indeks Topix turun tipis 0,8%.

 Baca Juga: Pasar Saham Asia Semakin Tertekan, Investor Kabur ke US Treasury

Indeks saham acuan di Korea Selatan, Kospi turun 0,5% dan indeks saham acuan Australia, ASX 200 tergelincir 0,56%.

Produsen teknologi di Korea Selatan bergerak melemah tipis meski sebagian diimbangi oleh penampilan kuat di antara produsen baja. Korea Selatan meminta pengecualian dari tarif baja AS. yang baru-baru ini diumumkan.

Sementara itu, di Australia semua sektor namun produsen emas berada di titik merah, dengan kerugian yang dipicu oleh persediaan bahan baku.

Tercatat, saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada hari Senin dengan kerugian yang dipimpin oleh penurunan indeks Nasdaq 1,84%.

 Baca Juga: Saham Facebook Anjlok 7% Bikin Wall Street Tak Berdaya

Indeks tersebut mencatat hari terburuknya sejak 8 Februari karena Facebook merosot 6,8% akibat skandal yang melibatkan perusahaan analisis data Cambridge Analytica. Cambridge Analytica mengakses data 50 juta pengguna Facebook tanpa izin mereka.

Di tempat lain, pasar Eropa ditutup melemah pada hari Senin, dengan pan-European Stoxx 600 turun 1% dan FTSE 100 turun 1,7%.

Ke depan, pelaku pasar berfokus pada pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dua hari yang dimulai pada Selasa. Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya pada 2018 pada akhir pertemuan tersebut.

Kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada hari Rabu mencapai 94,4%, menurut CMW Group FedWatch Tool pada hari Selasa waktu Asia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini