nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transaksi Misi Dagang Indonesia-Selandia Baru Tembus USD9,7 Juta

ant, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 16:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 20 320 1875452 transaksi-misi-dagang-indonesia-selandia-baru-tembus-usd9-7-juta-tSmrEYWQdW.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Program Misi Dagang Kementerian Perdagangan ke Selandia Baru berhasil mencatatkan transaksi potensial senilai USD9,7 juta, di mana misi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor nonmigas.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat dihubungi mengatakan bahwa, dari total transaksi potensial yang dihasilkan pada rangkaian Program Misi Dagang tersebut, mayoritas didominasi oleh transaksi kopi dari dalam negeri yang diminati pasar Negeri Kiwi tersebut.

Baca Juga: Potensi Transaksi Misi Dagang Indonesia-Selandia Baru USD5,4 Juta

"Berdasarkan data terakhir yang saya terima, total transaksi sebesar USD9,7 juta. Dari jumlah tersebut, enam juta dolar AS merupakan transaksi kopi, ini merupakan awal yang baik," kata Enggartiasto, Selasa (20/3/2018).

Tercatat, beberapa transaksi potensial yang dihasilkan adalah untuk produk kopi arabica dan robusta senilai, USD2,66 juta, transaksi lain kopi senilai USD3,3 juta, kopi dan margarin USD60 ribu, tenaga pemetik buah USD2,2 juta, dan tenaga ahli reparasi mesin kertas senilai USD192 ribu.

Baca Juga: Mendag Berharap Ada Titik Kesepakatan Kerjasama RCEP

Selama periode 2012-2016, tren ekspor nonmigas Indonesia ke Selandia Baru mengalami penurunan sebesar 1,62% dari USD366 juta pada 2012, menjadi USD357,5 juta pada 2016.

Namun, ekspor tahun 2017 tumbuh 15,32% dibanding tahun sebelumnya, dan mengerek mengerek nilai ekspor ke USD412,4 juta pada 2017. Lima besar produk ekspor Indonesia ke Selandia Baru adalah palm nut or kernel oilcake, kayu untuk furnitur, batu bara, dan tisu wajah.

Pemerintah menargetkan peningkatan total perdagangan antara Indonesia dan Selandia Baru mencapai Rp40 miliar atau senilai USD2,9 miliar pada 2024.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini