Isu Telur Palsu, Omzet Pendagang dan Peternak Turun 40%

ant, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 21 320 1876104 isu-telur-palsu-omzet-pendagang-dan-peternak-turun-40-zBg0qH0Uyv.jpg Foto: Telur (Reuters)

JAKARTA - Isu telur palsu yang merebak di internet berdampak pada menurunnya pendapatan para peternak ayam dan pedagang telur di berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

"Rata-rata (penurunan omzet) 30-40 persen," kata Setyo.

Pasalnya isu telur palsu membuat masyarakat ragu untuk membeli dan mengonsumsi telur ayam. "Di Pasar Induk, (konsumen) mau beli, tanya dulu ini telur asli apa palsu. Ini bahaya," kata Kadivhumas Polri.

Baca Juga : Cerita Pertama Kali soal Isu Telur Palsu, Pas Dicek Miliki Kualitas Bagus


Maraknya isu ini dikeluhkan sejumlah peternak ayam dan pedagang telur yang mengalami penurunan omzet. Padahal, menurut dia, isu telur palsu sejauh ini hanya isapan jempol belaka.

Penyidik Siber Bareskrim Polri pun terus mengawasi aktivitas siber terkait masih maraknya isu telur palsu.

Baca Juga : Hasil Uji Laboratorium: Tidak Ada Telur Palsu

Direktur Usaha dan Pengembangan PD Pasar Jaya Anugerah Esa menceritakan awal mula telur palsu ditemukan oleh warga. Pada 14 Maret 2018 ada aduan warga yang datang soal telur palsu di Pasar Johar Baru Jakarta Pusat.

"Sekitar pukul 14.20 WIB ada warga datang ke pasar dan di saat antrean layanan KJP atau pelayanan pangan murah warga tersebut mempraktekan langsung bahwa ada telur palsu," tuturnya, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (20/6/2018).

Tim PD Pasar Jaya pun langsung mengambil sampel telur tersebut untuk ditindaklanjuti. Setelah diperiksa, 15 Maret 2018 sampel yang diambil itu ternyata asli dan bahkan kualitas bagus.

"Jadi kami minta masyarakat DKI untuk lebih bijak, dari hasil pemeriksaan 15 Maret ini bahwa telur di distribusikan untuk program pangan murah telur asli dan kualitas sangat baik," tuturnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini