Pesan Menteri Basuki di Perayaan Hari Air Sedunia

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 23 320 1876878 pesan-menteri-basuki-di-perayaan-hari-air-sedunia-hMd6DFGBiW.jpg Peringatan Hari Air Sedunia (Foto: Giri Hartomo/Okezone)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka acara peringatan hari air sedunia yang ke-26 dengan mengusung Nature for Water di kantornya. Berbagai acara turut diselenggarakan dalam acara tersebut.

Dari pantauan Okezone di lapangan, Menteri Basuki sempat juga menghibur seluruh pegawainya dengan memainkan alat musik. Tak hanya itu, Basuki juga menjadi sasaran selfie para pegawainya.

Dalam sambutannya, Menteri Basuki mengatakan menyambut hari air sedunia ini bisa dijadikan ajang untuk meningkatkan kinerja. Bahkan dirinya meminta seluruh pegawai kementeriannya tidak berleha-leha dalam bekerja.

"Hari air dunia jatuh pada tanggal 22 Maret setiap tahun diperingat sebagai air dunia. Mari kita peringati dan maknai kerja nyata tidak hanya hura-hura saja. Jangan kita maknai sebagai seremonial," ujarnya di Halaman Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, banyak hari besar yang ada di Kementeriannya, seperti hari jalan, hari perumahan, namun, hari air sedunia menjadi sangat penting bagi pihaknya. Pasalnya air merupakan kebutuhan pokok bagi semuanya manusia yang ada di dunia.

"Jadi seluruh keluarga besar PUPR kita punya hari air dunia, habitat, kita puny Bina Marga di jalan. Banyak hari nasional yang berhubungan PUPR-an harus kita hayati melaksanakan tugas di PUPR," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Basuki juga sempat membuat lubang biopori di halaman Kementerian PUPR. Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk memberikan dan memastikan keberlanjutan air bersih.

"Jadi memelihartan alam untuk keberlanjutan sumber daya air. Semuanya air air dan air. Air bersih bukan air lain. Banyak sekali definisi air," jelasnya.

Selain membuat lubang biopori, dirinya juga berencana untuk membantu membersihkan pusat-pusat air bersih yang ada di seluruh pelosok negeri seperti danau, hingga sungai. Bahkan untuk membersihkan sungai-sungai seperti Ciliwung, dirinya telah menggandeng berbagi komunitas pecinta alam untuk sama sama bekerja.

"Kita juga Ciliwung juga cisaat. Kita coba menyelamatkan danau kita. Tahun ini kita pusatkan rawa pening.Semua komuniktas sungai akan kumpul di rawa pening," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini