nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rawan Penyelewengan, BBM 1 Harga di Papua Harus Diawasi Ketat

Edy Siswanto, Jurnalis · Senin 26 Maret 2018 11:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 26 320 1877880 rawan-penyelewengan-bbm-1-harga-di-papua-harus-diawasi-ketat-ftz1raIotK.jpg Penyaluran BBM Pertamina. (Foto: Okezone)

JAYAPURA - Pemberlakuan BBM satu harga di Provinsi Papua diakui perlu pengawasan dan peran serta pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk menjamin tidak adanya penyelewengan.

Manager Retail Full Marketing Pertamina MOR VIII Fanda Chrismianto mengatakan, potensi penyelewengan dengan adanya BBM 1 harga pasti terjadi. Oleh karena itu, dia pun memilih untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

"Karena penyimpangan-penyimpangan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi, sehingga peran Kepolisian dan Pemda setempat sangat penting," jelas dia di Papua.

Baca Juga: BBM Satu Harga Sasar 67 Titik Tahun Ini

Menurutnya, tanpa dukungan pengawasan dari pihak pemerintah daerah dan instansi terkait lain, maka implementasi BBM satu harga di Papua tidak berjalan baik.

"Kami selaku penyedia dan penjamin suplay BBM, kami tidak bisa berjalan sendiri untuk pengawasan, sehingga peran Pemda dan instansi terkait sangat perlu," katanya.

Tahun ini, diperkirakan akan ada penambahan 15 titik SPBU kompak program BBM Satu Harga di Papua Maluku, dan di Papua akan ada 7 titik baru. Sementara di tahun 2017 lalu sudah ada 12 titik di hampir seluruh Papua.

"Akan ada tujuh titik baru BBM satu harga di Papua, dan itu kewajiban kita menyediakan BBM, termasuk stok dan lainnya, hanya untuk pengawasan lagi-lagi kami tidak bisa sendiri, peran serta semua pihak tadi penting," jelas dia.

Baca Juga: BBM 1 Harga Perlu Diawasi Banyak Pihak

Kasus yang terjadi di wilayah pegunungan Papua, adalah mahalnya harga jual BBM di tingkat pengecer. Jumlah pengecer seperti di Kabupaten Yahukimo bisa mencapai lebih dari 50 pengecer di kota Dekai Yahukimo.

Hal ini kemudian jika suplai BBM ke SPBU setempat kosong maka harga di tingkat pengecer bisa melambung tinggi. Saat ini, Program BBM satu Harga di Papua terkendala dengan geografis wilayah Papua dengan medan yang sangat sulit.

Pesawat Air Traktor milik maskapai Pelita Air yang mampu mengangkut BBM hingga sekitar 4.000 liter menjadi salah satu moda transportasi untuk menyuplai BBM di wilayah terpencil. Namun, di beberapa wilayah suplai BBM bisa juga melalui darat dan sungai seperti halnya di Kabupaten Yahukimo Papua.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini