nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan Humpuss Intermoda Naik 12,14% Jadi USD67,7 Juta

Agregasi Selasa 27 Maret 2018 16:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 27 278 1878624 pendapatan-humpuss-intermoda-naik-12-14-jadi-usd67-7-juta-MmH5j09aUr.jpg Naiknya pendapatan PT Humpuss Intermoda di tahun 2017 berkat kontrak pelanggan pihak ketiga (foto: Ilustrasi/Shutterstock)

JAKARTA – Di tahun 2017, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) mencatatkan pendapatan sebesar USD67,7 juta. Pendapatan tersebut naik sebesar 12,14% dibandingkan tahun 2016 sejumlah USD60,37 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Pendapatan perusahaan kapal ini berasal dari kontrak pelanggan pihak ketiga seperti dari PT Pertamina sebesar USD36,42 juta, PT Pelindo Energi Logistik sebesar USD10,32 juta dan PT Nusantara Regas sebesar USD6,04 juta. Dari sisis segmen, sektor jasa sewa kapal gas alam cair berkontribusi sebesar USD29.59 juta, sementara jasa sewa kapal minyak mentah dan bahan bakar minyak menyumbang USD18,72 juta terhadap pendapatan perseroan.

Kemudian, jasa sewa kapal bahan kimia berkontribusi sebesar USD10,29 juta, dan sewa kapal tunda dan tambat berkontribusi sebesar USD6,04 juta. Sisanya berasal dari jasa pengelolaan kapal, jasa penglolaan awak kapal dan pusat pelatihan awak kapal.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba perusahaan juga tumbuh sebesar 167% pada tahun lalu menjadi USD7 juta dari tahun sebelumnya senilai USD2,62 juta. Pasalnya, Humpuss juga berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi USD38, 87 juta dari sebelumnya sebesar USD44,28 juta. Bagian rugi neto dari entitas asosiasi juga bekurang dari sebelumnya sebesar USD3,4 juta menjadi hanya USD705.000.

Tahun ini, perseroan mematok target bisnis lebih agresif lagi seiring masih memandang positif bisnis jasa angkutan laut. Terlebih, program tol laut dan proyek infrastruktur pemerintah mendorong kinerja perseroan. Theo Lekatompessy, Direktur Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk pernah mengatakan, target pertumbuhan HITS tahun 2018 berkisar 15% dibandingkan prognosa (proyeksi) tahun 2017 ini yang sebesar USD68,7 juta. Itu artinya HITS mematok pendapatan tahun depan senilai USD79,5 juta. Sedangkan target pertumbuhan laba bersih sebesar 30%dari proyeksi 2017 ini USD 10,27 juta menjadi USD13,35 juta di tahun depan. "Pertumbuhan laba bakal dua kali lipat dibandingkan pendapatan, kami juga berusaha meningkatkan added value yang ada,"ujarnya.

Soal strategi meraih target tersebut, tidak banyak yang berubah dibandingkan tahun ini. Bisnis HITS bertumpu pada prgoram pemerintah.HITS fokus pada sektor perawatan pelabuhan dan transportasi barang migas, petrokimia dan lainnya. Untuk perawatan pelabuhan, perseroan ini menambah beberapa unit pengeruk dredging vessel.

Manajemen menerangkan, investasi di tahun depan dipatok senilai US$ 85 juta atau senilai Rp1,1 triliun. Sekitar 59% untuk menunjang proyek floating storage regasification unit (FSRU) Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1. Sedangkan sisanya untuk keperluan pembelian kapal tanker, dedging vessel dan kapal LPG. Sumber dana sekitar 70%-75% berasal dari pinjaman perbankan, sedangkan sisanya dari kas internal.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini