nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hotel Indonesia Group Targetkan Kelola 60 Hotel BUMN

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 27 Maret 2018 17:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 27 470 1878635 hotel-indonesia-group-targetkan-kelola-60-hotel-bumn-IUlCegC9HX.jpg Ilustrasi: Hotel (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Pasca dibentuk tahun lalu, Hotel Indonesia Group (HIG) menargetkan bisa mengelola hingga 60 hotel milik Badan Usaha Milik Negara pada tahun 2018 ini. Saat ini, HIG sudah berhasil mengelola 48 hotel milik BUMN di seluruh Indonesia.

Pendiri HIG Muhamad Haryo Yunianto mengatakan, dari total 48 hotel milik BUMN yang sudah dikelola, mayoritas terletak di tiga pulau. Ketiga pulau tersebut meliputi Jawa, Bali dan Sumatra.

"Pengelolaan hotelnya sampai 60 hotel. Ada beberapa yang sedang kita jajaki. Seluruh Indonesia. Sekarang 48. Mayoritas di Jawa dan Bali, mostly Jawa, Bali dan Sumatra," ujarnya saat ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Haryo menambahkan 60 hotel tersebut seiring kolaborasi yang dilakukan dengan Hotel Indonesia Natour yang sudah lebih dahulu berdiri. Artinya, Hotel BUMN yang dikelola oleh HIN sebelumnya akan secara otomatis berpindah pengelola menuju HIG.

Namun, nantinya HIG akan tetap berada dalam naungan dari HIN bersama dengan Patrajasa. Pasalnya, pembentukan HIG merupakan hasil kerjasama antara keduanya untuk membuat anak usaha baru guna mengurusi pengelolaannl hotel milik BUMN.

"Jadi HIG kita bentuk dari mulai tahun lalu. Saat ini kita sudah mengelola 48 hotel milik BUMN. Harapan kami kolaborasi kami dengan Hotel Indonesia Natour (HIN) insyallah minimal kami bisa 60 hotel BUMN yang mau kami kelola," ucapnya.

Sebagai langkah awal lanjut Edwin, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan rebranding agar masyarakat bisa lebih mengenal HIG. Karena selama ini, masyarakat hanya tahu jika pengelolaan hotel milik BUMN di ambil alih oleh HIN.

"Kalo total hotel BUMN dengan pertumbuhan sekarang mungkin udh mencapai 100 hotel, tapi kami akan melakukan rebranding dulu. HIG itu kan anak yg baru tumbuh, baru lahir, jadi kita harus rebranding dan kita sedang susun direksi HIG supaya 2018 kita bisa kick off rebranding dan mengenalkan HIG sebagai chain hotelnya BUMN," jelasnya.

Setelah melakukan rebranding, barulah pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap suplaynya seperti standarisasi produk secara fisik. Sehingga diharapakan, dengan perbaikan yang dilakukan HIG bisa membuat hotel BUMN layaknya hotel berstandar Internasional.

"Beberapa hal yang kita lakukan adalah, kita tidak melakukan transfer aset dan sebagainya. Tahap awal ini kita melakukan dalam bentuk supply chainnya. Kemudian standardisasi produk, secara fisik kemudian marketing, jadi dalam tahap itu dulu. Harapannya nanti kita bisa seperti hotel chain internasional yang milik pemerintah," jelas Haryo

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini