nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Diminta Perjelas Aturan Fintech agar Aliran Uang Bisa Dipantau

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 17:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 28 320 1879202 bi-diminta-perjelas-aturan-fintech-agar-aliran-uang-bisa-dipantau-0JGLPkO99s.jpg Foto: BI Diminta Perjelas Aturan Fintech (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diminta untuk segera membuat aturan main yang jelas terkait hadirnya industri financial technology alias fintech. Sebab, di era globalisasi seperti sekarang ini, industri fintech tak bisa dihindari.

Tercatat, Bank Indonesia (BI) sudah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/12/PBI/2017 tentang penyelenggaraan finansial technology (fintech). Dalam aturan anyar ini, penyelenggara fintech sistem pembayaran harus mendaftar ke BI sebelum bisa menjalankan bisnisnya.

"Segera buatkan aturan yang baik, tidak memberatkan, tapi mudah di kontrol karena kan transaksi ini kan repot itemnya. Banyak juga gak ngerti duitnya dari mana sebagainya seperti itu kurang lebih," kata Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

 Baca Juga: Fintech Mau Urus Perizinan, Harus ke OJK atau BI?

Namun demikian, Heri mengingatkan agar regulator membuat aturan yang nantinya tidak menimbulkan masalah baru. Tapi, di sisi lain juga tidak boleh menghambat perkembangan industri fintech. Bersamaan dengan pergantian petinggi BI, Heri berharap masalah aturan ini bisa diprioritaskan.

"Terlepas Pak Agus Marto (Gubernur BI) lengser, yang pasti era teknologi ini tidak bisa kita hindari. Tentunya BI dengan adanya deputi yang baru atau gubernur yang baru pastinya akan mengajukan. Kita harapkan bukannya kita menghambat sama sekali tidak tetapi transaksi ini kan melibatkan orang banyak jangan sampai nanti jadi masalah baru."

Dalam pandangan Heri, Bank Indonesia ke depannya harus membuat aturan jelas mengontrol transaksi keuangan industri fintech, sehingga, uang yang ikut beredar di industri ini bisa dipantau. "Kalau gak bisa mengawasi jumlah uang yang beredar malah nanti tingkat inflansinya malah lebih repot begitu," sambungnya.

 Baca Juga: OJK Siapkan Penyempurnaan Peraturan untuk Fintech

Bank Indonesia sebagai regulator sangat berperan sebagai katalist di industri fintech agar cashless society sebagaimana selalu disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dapat segera terwujud.

Terlebih menjelang Asian Games pada bulan Agustus nanti, maka pada bulan April dan Mei adalah saat yang paling tepat bagi Pemerintah dan Bank Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia telah memasuki era cashless society dan siap menyelenggarakan Asian Games dengan tertib, lancar dan aman.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi FinTech Indonesia (Aftech), Ajisatria Suleiman mengakui banyak perusahaan yang ingin terjun ke bisnis fintech. Dengan model bisnis berbeda-beda, mereka-pun ingin mengurus izin beroperasi legal di Tanah Air.

"Banyak dan model bisnis berbeda-beda. Ada yang butuh izin BI ada yang butuh izin OJK, dan ada juga yang harus lapor Kominfo. Tergantung bisnisnya," jelas Aji.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini