nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLN Tarik Utang Rp60 Triliun Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 21:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 28 320 1879352 pln-tarik-utang-rp60-triliun-tahun-ini-zOD4rvTYeJ.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA – PT PLN (Persero) akan menarik pinjaman sekira Rp60 triliun pada tahun ini. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasionalnya.

Perusahaan akan tetap memperhitungkan pinjaman yang akan dilakukan. Salah satunya adalah memperhatikan jumlah bunga yang tepat agar utang perseroan tidak semakin membengkak. 

"Insya Allah kami akan lakukan pinjaman, berapa kira-kira tahun ini, ya sekitar Rp50 triliun-Rp60 triliun," kata Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto saat ditemui kantor pusat PLN, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Baca Juga : Laba Bersih PLN di 2017 Turun 45,77% Tergerus Harga Batu Bara

Asal tahu saja, utang PLN sejak tahun 2015 terus mengalami peningkatan.  Pada 2015, penambahan pinjaman (additional loan) sebesar Rp18,7 triliun, kemudian di 2016 sebesar Rp22,4 triliun dan di 2017 sebesar Rp42,5 triliun.

Lebih lanjut Sarwono mengatakan, pihaknya juga akan membuka pinjaman dari luar negeri. Mengingat kebutuhan untuk pembangunan pembangkit dan bahan baku berasal dari luar negeri.  

Sementara untuk pinjaman lokal, pihaknya juga akan ikut mempertimbangkan. Apalagi jika bunga dan segala sesuatunya relatif lebih murah. 

Baca Juga : PLN Pasok Listrik 65 Juta Va untuk Industri Baja di Jakarta

"Kala lokalnya murah ya lokal sebagian besar, kalau mahal ya kita nggak. Kalau murah ya kita ambil sebagian, karena apa? Karena kita harus pinjam dolar juga, atau pinjam valas juga, valuta asing, karena barang sebagian juga impor, untuk pembangkit-pembangkit juga impor," jelasnya.   

Yang terpenting lanjut Sarwono, pinjaman yang dilakukan tidak akan menganggu kinerja perseroan. Pasalnya, penyerapan investasi yang dilakukan perseroan jauh lebih besar dibandingkan pinjamannya. 

"Selama tiga tahun, hanya 43% pinjaman kita dari total investasi. Hal ini menunjukkan keuangan PLN yang sehat karena dapat memanfaatkan sumber pendanaan internal," ucapnya.

 (feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini