nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Direktur Holcim Indonesia Mengundurkan Diri, Apa Alasannya?

Keduari Rahmatana Kholiqa, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 16:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 29 278 1879731 direktur-holcim-indonesia-mengundurkan-diri-apa-alasannya-CkmkLPutXj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Perseroan Raden Ali Permadiono Sumedi akan meletakkan jabatannya sebagai Direktur PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Namun, tidak dijelaskan alasan Ali Permadiono mengundurkan diri.

Informasi tersebut dihimpun dari keterbukaan Informasi PT Holcim Indonesia Tbk (Perseroan) pada Kamis (29/3/2018).

Dalam surat perseroan yang ditujukan kepada Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Perusahaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen menyebutkan bahwa pada tanggal 5 April 2018, perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Raden Ali Permadiono Sumedi selaku Direktur Utama Perseroan sehubung dengan keinginannya untuk menempuh tantangan lain di luar Perseroan.

Informasi tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

Surat yang tertanggal 29 Maret 2018 tersebut ditandatangani oleh Direktur Hukum & Korporasi atau Sekretaris Perusahaan F. Helianti Sastrosatomo.

Sekadar informasi, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyatakan tidak akan membagikan dividen kepada pemegang saham. Pasalnya, perseroan tercatat mengalami rugi bersih pada tahun 2016. Sepanjang kuartal I-2017 perseroan juga belum dapat membukukan laba.

Perseroan mencatat kinerja yang tidak memuaskan. Pada 2016, Holcim Indonesia mengalami rugi bersih sebesar Rp285 miliar, sedangkan 2015 berhasil raih laba Rp175 Triliun.

Tetapi perusahaan berhasil mengantongi kenaikan pendapatan menjadi Rp9,4 Triliun naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp9,2 triliun. Adanya peningkatan biaya produksi terkait akuisisi PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) menyebabkan perseroan belum dapat meraih laba 2016.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini