nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesawat N219 Diproduksi Massal Akhir 2018

ant, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 21:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 29 320 1879894 pesawat-n219-diproduksi-massal-akhir-2018-ZPqEa3K8GI.jpg Foto: Pesawat N219 (Okezone)

SEMARANG - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir berharap pesawat terbang N219 buatan anak bangsa sudah bisa dikomersialisasi pada akhir 2018.

"Pesawat N219 sekarang sudah tahap uji. Mudah-mudahan akhir 2018 sudah komersialisasi," katanya usai menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Negeri Semarang (Unnes), di Semarang, Kamis (29/3/2018).

 Baca Juga: Pesawat N219 Telah Hidupkan Kembali Lapan yang Tertidur 40 Tahun

Orasi ilmiah bertajuk Membangun Reputasi Internasional Perguruan Tinggi Merekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu disampaikan memperingati Dies Natalies Ke-53 Unnes.

Nasir mengakui sempat kekurangan dana untuk melakukan uji kelayakan terbang pesawat N219 yang membutuhkan biaya sekitar Rp81 miliar, namun sekarang pesawat itu sudah tahap uji.

"Ini adalah pesawat rancang bangun dari putra-putri Indonesia, tanpa melibatkan orang asing. Local conten-nya sekitar 40% sementara 60%, seperti engine masih impor," katanya.

 Baca Juga: Di Hari Pahlawan, Jokowi Beri Nama Pesawat N219

Kemudian, kata dia, peralatan pilot yang berada bagian depan kokpit masih impor sehingga ke depan membutuhkan pengembangan riset untuk bisa memproduksi sendiri.

Apabila akhir 2018 pesawat N-219 sudah selesai uji kelayakan terbang dan mendapatkan sertifikat, kata mantan Rektor terpilih Universitas Diponegoro Semarang itu, proses produksi akan dilakukan.

Menurut dia, permintaan pasar terhadap pesawat dengan spesifikasi seperti N-219 sudah dikaji dengan mengumpulkan industri penerbangan dari luar negeri yang ternyata pasarnya potensial.

"Bagaimana demand-nya kami sudah kumpulkan, undang, industri penerbangan luar negeri. Potensialnya 200 unit. Namun, kapasitas produksi baru bisa 24 unit/tahun," katanya.

 Baca Juga: PT DI Terima Pesanan 79 Pesawat N219 di Singapore Airshow 2018

Artinya, kata dia, perlu melakukan inovasi dan ekspansi yang dilakukan untuk mempercepat produksi agar bisa memenuhi kebutuhan pasar pesawat terbang yang sangat potensial.

"Berarti, kalau 200 unit selesainya sekitar delapan tahun. Ya, bagaimana ekspansi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar itu nantinya," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini