nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Indonesia Catat Ada 1 Perusahaan Fintech Masuk Regulatory Sandbox

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 April 2018 16:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 02 20 1881061 bank-indonesia-catat-ada-1-perusahaan-fintech-masuk-regulatory-sandbox-3gRLgSOv26.jpeg Bank Indonesia. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia mencatatkan hanya satu perusahaan yang lolos untuk masuk dalam regulatory sandbox.

Regulatory sandbox merupakan ruang uji coba terbatas yang aman untuk menguji perusahaan fintech beserta produk, layanan, teknologi dan model bisnis lainnya dengan tujuan memberi ruang bagi fintech untuk menyediakan layanan finansial sesuai kriteria fintech dan aman kepada masyarakat.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko menyebutkan, sebanyak 25 perusahaan fintech telah mendaftar di BI, namun hanya 15 perusahaan fintech yang berhasil terdaftar di BI.

Baca Juga: BI Diminta Perjelas Aturan Fintech agar Aliran Uang Bisa Dipantau

"Dari 25 itu yang sudah dicek, masuk terdaftar itu jumlahnya ada 15 (perusahaan finntech)," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Dari 15 perusahaan fintech tersebut, hanya satu perusahaan yang lolos masuk dalam regulatory sandbox, yaitu PT Toko Pandai Nusantara.

"Dari 15 ini, sementara yang kita cek-cek yang masuk sandbox ini yang mana ya, itu sementara satu. Yaitu contohnya Toko Pandai, aplikasi b to b (business to business)," imbuhnya.

Penentuan PT Toko Pandai Nusantara tersebut berdasarkan 8 kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan fintech. Kedelapannya yakni, harus sudah terdaftar di BI, fintech mengandung unsur yang dapat dikategorikan ke dalam sistem pembayaran, mengandung unsur inovasi, bermanfaat atau dapat memberi manfaat bagi konsumen atau perekonomian, bersifat non eksklusif, dapat digunakan secara massal, telah dilengkapi dengan identifikasi dan mitigasi risiko, serta hal lain yang dianggap penting oleh BI.

Baca Juga: Fintech Mau Urus Perizinan, Harus ke OJK atau BI?

Hal ini berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/14/PADG/2017 tentang Ruang Uji Coba Terbatas (Regulatory Sandbox) Teknologi Finansial.

"Penerapan ketentuan regulatory sandbox diharapkan dapat mendorong ekosistem teknologi finansial yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif, dengan tetap menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang efisien, lancar, aman dan andal," paparnya.

Sementara itu, Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Ida Nuryanti menambahkan, perusahaan fintech yang masuk dalam regulatory sandbox akan diuji coba selama 6 bulan. Bila dibutuhkan masa uji coba dapat diperpanjang lagi 6 bulan atas perizinan BI.

Baca Juga: OJK Siapkan Penyempurnaan Peraturan untuk Fintech

"Yang tidak berhasil harus hentikan, sedangkan yang berhasil kita arahkan ke perizinan," ujarnya.

Dia pun memastikan, bila model-model perusahaan fintech yang lolos dalam uji coba tersebut tak ada dalam aturan BI, maka pihaknya siap membuat aturan yang menyesuaikan.

"Kalau dia model-model baru, dan BI belum cover dalam atran, itu memang teknologi yang bagus, manfaatnya banyak, BI siap akomodir itu dalam suatu aturan," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini