nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru 15 Perusahaan Fintech Terdaftar di BI, Cek Daftarnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 April 2018 19:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 02 20 1881165 baru-15-perusahaan-fintech-terdaftar-di-bi-cek-daftarnya-tGxCHQX8Yv.jpeg Bank Indonesia. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatatkan baru 15 perusahaan financial technology (fintech) terkait sistem pembayaran yang terdaftar hingga akhir Maret 2018. 

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko menjelaskan 15 perusahaan tersebut merupakan lolos secara administrasi dari total 25 perusahaan yang mendaftar di BI. 

Baca Juga: Bank Indonesia Catat Ada 1 Perusahaan Fintech Masuk Regulatory Sandbox

"Dari 25 itu yang sudah dicek, masuk terdaftar itu jumlahnya ada 15 (perusahaan finntech)," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Adapun, aturan tentang pelaksanaan pendaftaran, penyampaian informasi dan pemantauan perusahaan fintech telah diatur dalam Peraturan BI Nomor 19/12/PBI/2017 tentang penyelenggara fintech. 

Onny merinci 15 perusahaan yang terdaftar antara lain, PT Cashlez Worldwide Indonesia dengan produk Cashlez Mpos, PT Dimo Pay Indonesia dengan produk Pay by QR. PT Sprint Asia Teknologi dengan produk Bayarind Payment Gateway, PT Toko Pandai Nusantara dengan produk Toko Pandai, serta PT Moneta Digital Internasional dengan produk Yook Pay.

Baca Juga: BI Diminta Perjelas Aturan Fintech agar Aliran Uang Bisa Dipantau

Kemudian PT Money Guru Indonesia dengan produk Halo Money, PT Virtual Online Exchange dengan produk Duithape. Lalu, PT Mitra Pembayaran Elektronik dengan produk Saldomu, PT Gapura Data Kreasi dengan produk Disitu, serta PT Achilles Financial Systems dengan produk PajakPay. 

Selanjutnya, PT Wallezz Finansial Teknologi dengan produk Wallez, PT Trusting Social Indonesia dengan produk Lead Generation, Credit Scoring Check, Loan Market Place. Lalu, PT Netzme Kreasi Indonesia  dengan produk Netzme, PT Mareco Prima Mandiri dengan produk Mareco-Pay, serta PT Inti Prima Mandiri Utama denagn produk iPayme.

Dari sebanyak 15 perusahaan fintech tersebut, Onny menyebutkan, hanya satu perusahaan yang masuk dalam uji coba regulatory sandbox BI, yakni  PT. Toko Pandai Nusantara.

Baca Juga: Fintech Mau Urus Perizinan, Harus ke OJK atau BI?

"Dari 15 ini, sementara yang kita cek-cek yang masuk sandbox ini yang mana ya, itu sementara satu. Yaitu contohnya Toko Pandai, aplikasi b to b (business to business)," ujarnya.

Penentuan PT Toko Pandai Nusantara tersebut berdasarkan 8 kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan fintech. Kedelapannya yakni, harus sudah terdaftar di BI, fintech mengandung unsur yang dapat dikategorikan ke dalam sistem pembayaran, mengandung unsur inovasi, bermanfaat atau dapat memberi manfaat bagi konsumen atau perekonomian, bersifat non eksklusif, dapat digunakan secara massal, telah dilengkapi dengan identifikasi dan mitigasi risiko, serta hal lain yang dianggap penting oleh BI.

Hal ini berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/14/PADG/2017 tentang Ruang Uji Coba Terbatas (Regulatory Sandbox) Teknologi Finansial. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini