Penimbunan Barang di Kawasan Logistik Berikat Capai USD2,6 Miliar

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 02 April 2018 18:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 02 320 1881136 penimbunan-barang-di-kawasan-logistik-berikat-capai-usd2-6-miliar-YklytcNTlU.jpg Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kebijakan pengembangan Pusat Logistik Berikat (PLN) sejak peluncurannya pada 10 Maret 2016 memberikan banyak manfaat efisiensi biaya logistik hingga penurunan biaya penimbunan barang yang semula dilakukan di luar negeri.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, ada 55 pengusaha dengan 75 lokasi PLN dengan sebaran dari Aceh-Sorong. Dari 75 lokasi itu sudah full utilisasi dengan nilai inventory yang ditimbun sampai sekarang USD2,6 miliar, di mana sebelumnya barang-barang tersebut ditimbun di Singapura, Jepang dan lainnya.

"Khusus untuk inventory barang sebelumnya ditumpuk di Singapura USD606 juta, ini komoditi terbanyak ditimbun di PLB. Kalau kita riview PLB memberikan manfaat seperti efisiensi biaya logistik, peningkatan cash flow, penurunan biaya penimbunan, serta penelusuran teknis yang semua dilakukan di luar negeri," tuturnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Bila dilihat dari biaya yang berhasil dihemat, Heru mengatakan, PLN mampu menghemat sewa tempat penimbunan oleh importir alat berat yang mencapai USD5,1 juta per tahun, pemotongan biaya freight dari satu pengguna PLB (dari 2-3 vessel menjadi hanya 1 vessel), penurunan biaya storage.

Kemudian, penghematan biaya penyimpanan barang sebesar Rp7,18 juta per kontainer per tiga bulan dan pemindahan tiga gudang dari Singapura ke Indonesia seluas 12.736 sqm oleh importir alat berat. "Capaian PLB generasi pertama dari tingkat okupansinya telah full utilization dan menurunkan lead time menjadi 1,62 hari," tuturnya.

Atas kinerja yang sangat baik ini, pemerintah pun membuat kebijakan PLB generasi II untuk delapan sektor, PLB untuk barang pokok, PLB hub cargo udara, PLB finished goods, PLB e-commerce distribution center, PLB industri kecil menengah (IKM), PLB industri besar, PLB floating storage, dan PLB ekspor barang komoditas.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini