Rugikan Ekonomi, Penurunan Stunting Jadi Proyek Prioritas Nasional

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 05 320 1882337 rugikan-ekonomi-penurunan-stunting-jadi-proyek-prioritas-nasional-45ZZaJaPDu.jpg Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Lidya/Okezone)

JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas mencatat 9 juta anak mengalami stunting yang tersebar di pedesaan maupun perkotaan. Dari sisi ekonomi, apabila terus dibiarkan stunting dapat merugikan ekonomi Indonesia.

Diperkirakan stunting dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara sebesar 2%-3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun.

"Jika PDB negara kita Rp13.000 triliun pada 2017, maka diperkirakan potensi kerugian akibat stunting dapat mencapai Rp300 triliun per tahun," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

 Baca Juga: Ternyata Stunting Rugikan 3% PDB per Tahun

Melihat besarnya potensi ancaman ini, pemerintah berkomitmen dan serius menangani permasalahan stunting. Bambang menargetkan penurunan stunting pada anak usia di bawah dua tahun (Baduta) dari 32,9% di 2013 menjadi 28% di 2019, sementara di dalam RKP 2018 pemerintah telah menjadikan penurunan stunting sebagai salah satu Proyek Prioritas Nasional.

"“Dengan komitmen seperti itu, diharapkan SDM Indonesia mampu bersaing di era ekonomi digital yang memerlukan penguasaan teknologi dan skill yang tinggi, serta memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi,”" tutur Bambang.

 Baca Juga: Wapres JK Bicara Pencegahan Stunting Demi Masa Depan Bangsa

Saat ini, kondisi stunting pada balita Indonesia terjadi secara luas tetapi dengan disparitas yang tinggi. Pemerintah menetapkan 100 kabupaten prioritas untuk pengurangan angka stunting.

Selanjutnya, ada 200 kabupaten lagi yang akan ditangani. Stunting tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah dengan jumlah mencapai 16,9% dan terendah ada di Sumatera Utara dengan 7,2%. Secara nasional, stunting rata-rata terjadi hingga 10,2%

 Baca Juga: 9 Juta Anak Indonesia Alami Stunting, Penderitanya Tak Cuma Masyarakat Miskin

Selain itu, ada juga kejadian wasting (bertubuh kurus) yang secara nasional mencapai angka 12,1% Sementara, saat hamil banyak ibu hamil di Indonesia yang mengalami anemia dengan angka yang mencapai 37,1%.

Kementerian PPN/Bappenas mencatat, Indonesia termasuk ke dalam 17 negara yang mengalami beban ganda permasalahan gizi, berdasarkan Global Nutrition Report pada 2014. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, stunting menyebar di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini