Image

Revitalisasi Penggilingan dan Pengeringan Padi Akan Dimodali

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 21:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 06 320 1883327 revitalisasi-penggilingan-dan-pengeringan-padi-akan-dimodali-HERqSywqJM.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah berencana memberikan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk revitalisasi penggilingan dan pengering (dryer) padi. Hal tersebut menjadi hasil rapat yang dilakukan di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

Usai rapat, Direktur Jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragih mengatakan, Bank BRI akan ikut menberikan KUR untuk merevitalisasi penggilingan padi dan dryer tersebut. Nantinya akan masuk ke dalam KUR kecil.

Dia menjelaskan dalam total penyaluran KUR pemerintah sebanyak Rp120 triliun, BRI ikut mengambil bagian. Ada dua jenis penyaluran, KUR kecil sebesar Rp10,6 triliun dan KUR menegah mikro sebesar Rp69 triliun.

"Jadi kita sudah ada plafon Rp10,6 triliun. Itu kita bisa share untuk yang kecil," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jumat (6/4/2018).

Baca Juga : Penyaluran KUR untuk TKI Masih Rendah, Ini Alasannya

Adapun, rapat yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, dihadiri perwakilan Himpunan Bank Negara (Himbara). Di antaranya, Direktur Utama BRI yang diwakili Direktur Jaringan, Direktur Utama Bank Mandiri diwakili Direktur Bisnis Kecil & Jaringan dan Direktur Utama BNI serta Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI).

Dia melanjutkan, untuk detail dana penyaluran pihaknya belum menetapkan. Pasalnya sistemnya penyalurannya juga masih dalam pembicaraan dan akan dilanjutkan pada minggu depan bersama semua stakeholder.

"Nanti kita akan lihat, karena kita masih menentukan model nanti Perpadi akan mengajukan model satu, model dua. Ini kan masih mencari bentuk, sedang akan dibentuk tim teknis oleh pak Menko, dan mungkin hari Rabu kita kumpul lagi," jelasnya.

Baca Juga : OJK Bentuk Program Klaster Tingkatkan Volume KUR

Sementara itu, penyaluran ini untuk sektor produktif yang juga sekaligus bisa meningkatkan perekonomian rakyat.

"Pasti sektor produktif karena penggilingan padi memang sektor produktif. Ini juga untuk meningkatkan nilai tambah di para pengusaha yang punya penggilingan padi. Nanti ke pengusaha penggilingan padi, sebenarnya penggilingannya sudah ada jadi tinggal bagaimana merevitalisasi yang sebelumnya tidak memiliki dryer jadi punya dryer. Karena masalah kualitasnya biar lebih baik apalagi di musim hujan tidak ada dryer mereka akan kesulitan," tukasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini