nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melampaui Target, Laba Bersih Rajawali Nusantara Rp353 Miliar

Agregasi Senin 09 April 2018 12:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 09 278 1884050 melampaui-target-laba-bersih-rajawali-nusantara-rp353-miliar-FRrNaTplRU.jpg PT Rajawali Nusantara Indonesia mencatatkan laba Rp353 miliar (foto: Ilustrasi/Shutterstock)

JAKARTA - Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja positif dengan perolehan laba bersih sebesar Rp353 miliar atau meningkat 43% dibanding laba bersih tahun 2016 sebesar Rp247 miliar. Pencapaian itu mencapai 264% di atas target yang sudah dicanangkan pada tahun 2017 sebesar Rp96 miliar.

”Meningkatnya laba RNI secara signifikan ditopang oleh peningkatan angka penjualan konsolidasi dari keempat sektor usaha perseroan,” kata Direktur Utama PT RNI, Didik Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Pada tahun 2017, RNI mencatatkan nilai penjualan konsolidasi sebesar Rp5,15 triliun, yakni lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp5 triliun. Disebutkan, kontribusi penjualan terbesar dihasilkan dari sektor farmasi dan alat kesehatan (alkes) yang membukukan nilai penjualan sebesar Rp1,9 triliun atau meningkat 5% dari tahun 2016 sebesar Rp1,8 triliun.

Didik menambahkan, capaian sektor farmasi dan alkes tersebut terpaut tipis dari jumlah penjualan sektor agroindustri yang pada tahun 2017 berada di posisi Rp1,8 triliun atau meningkat 6% dari perolehan tahun 2016 sebesar Rp1,7 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor industri tebu masih menjadi andalan dengan menyumbang penjualan sebesar Rp1,5 triliun, sementara bidang perkebunan lainnya seperti teh, kelapa sawit dan karet mencatatkan penjualan Rp281 miliar.

Ada pun sektor perdagangan umum serta barang dan jasa lainnya berhasil membukukan penjualan sebesar Rp1,45 triliun. Menurut Didik, kontribusi laba terbesar RNI tahun 2017 dihasilkan dari sektor farmasi dan alkes sebesar Rp165 miliar. Jumlah tersebut lebih besar Rp57 miliar atau meningkat 53% dari capaian tahun 2016 yang sekitar Rp108 miliar.

”Meningkatnya grafik bisnis RNI juga diimbangi oleh peningkatan nilai aset perseroan, dimana pada tahun ini menyentuh angka Rp12 triliun," kata Didik.

Aset RNI berhasil meningkat sebesar 12% dibandingkan tahun 2016 yang berada pada posisi Rp10,3 triliun. Pertumbuhan ini 7% lebih besar dari yang ditargetkan di awal tahun buku 2017, yaitu sebesar Rp11,2 triliun. Dari sisi produksi bidang industri gula, pencapaian rendemen (tingkat kandungan gula dalam tebu) tebu RNI tahun 2017 tercatat lebih tinggi 23% dari tahun 2016.

Dari tiga anak perusahaan yang bergerak dalam industri gula secara rata-rata diperoleh rendemen sebesar 7,7 atau meningkat dari tahun 2016 yang berada pada posisi 6,3. Peningkatan ini disebabkan oleh pembenahan yang terus dilakukan khususnya dari sisi ladang "on farm". Selain itu, daya dukung alam dan lingkungan serta infrastruktur menjadi faktor yang tidak dapat dilepaskan sehingga mampu memperlancar pasokan bahan baku tebu giling.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini