Holding BUMN Migas Terbentuk, Ini Plus Minusnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 19:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 11 320 1885360 holding-bumn-migas-terbentuk-ini-plus-minusnya-MEg8wuOPrn.jpg Ilustrasi: Plus Minus Holding BUMN Migas (Foto Antara)

JAKARTA - Holding BUMN migas resmi telah terbentuk hari ini. Dengan demikian, PT Pertamina (Persero) resmi sebagai induk perusahaan (holding) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebagai anggota holding.

Ketua Tim Implementasi Pembentukan Holding Migas Nicke Widyawati menyatakan, ada empat keuntungan dari terbentuknya holding migas. Pertama, akan memperkuat struktur permodalan dari kedua perusahaan.

"Yang selama ini pisah, jadi disatukan sehingga kemampuan untuk investasi, kemampuan untuk create more value jadi lebih besar," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Baca Juga: Holding BUMN Migas Sah Berdiri, Menteri Rini Sudah Tandatangan

Kemudian, integrasi dari kedua perusahaan inipun akan meningkatkan sisi bisnis, yang sebelumnya saling bersaing. Dengan demikian, diharapkan pasar pun akan semakin meluas, dari yang sebelumnya hanya fokus di Jawa dan Sumatra akan meluas ke wilayah Indonesia lainnya.

"Kalau selama ini fokus lebih banyak di Sumatra dan Jawa, ini infrastruktur midstream dan downstream kita ingin perluas ke Indonesia tengah dan timur," jelas Nicke yang juga menjabat Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina.

Ketiga, dengan adanya holding migas diharapkan akan terjadi efisiensi dalam biaya operasi (opex). Sedangkan, keempat, diharapkan integrasi dan sinergi dalam mengatur biaya modal (capex). "Empat target ini yang kita tetapkan," tegasnya.

Baca Juga: Holding BUMN Migas, Kelanjutan Akuisisi Pertagas oleh PGN di Tangan Tim Transisi

Untuk mencapai target keuntungan tersebut, maka pihaknya akan meninjau kembali Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Rencana Jangka Panjang (RJP) dari PGN dan Pertamina, juga Pertagas, anak usaha Pertamina yang akan diakuisisi PGN.

"Pertamina juga sedang susun roadmap sampai 2030. Jadi peta besarnya Pertamina ini sedang kita finalkan dan akan disampaikan ke pemegang saham. Yang harus dilakukan adalah short term integration plan dan mid-term integration plan antara PGN dan Pertagas agar 4 target itu tercapai," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini