Konflik Suriah Bayangi Pergerakan Pasar Saham Asia

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 08:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 12 278 1885514 konflik-suriah-bayangi-pergerakan-pasar-saham-asia-lPEHjaEzYu.jpg Ilustrasi Indeks Asia. (Foto: Reuters)

TOKYO - Pasar saham Asia kembali berada di bawah tekanan karena ancaman aksi militer Amerika Serikat (AS) di Suriah mengguncang investor dan mengirim harga minyak ke level tertinggi sejak akhir 2014.

Indeks MSCI, terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, tergelincir 0,05% pada awal perdagangan, sementara indeks Nikkei Jepang .N225 turun 0,4%.

Sementara indeks S&P 500 .SPX kehilangan 0,55% dan Nasdaq Composite .IXIC turun 0,36%, sementara saham energi .SPNY naik lebih dari 1% karena kenaikan harga minyak.

Trump menyatakan akan menerbangkan rudal ke Suriah, dan mengejek Rusia karena mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad setelah dugaan serangan kimia terhadap pemberontak. Damaskus dan Moskow membantah bertanggung jawab.

Di sisi lain, ketegangan kembali meningkat ketika Arab Saudi mengatakan pasukan pertahanan udaranya mencegat tiga rudal balistik yang ditembakkan di Riyadh dan kota-kota lain oleh Houthi Yaman. Kekhawatiran konflik militer di Timur Tengah, telah meningkatkan harga minyak serta aset safe haven seperti emas.

Baik patokan minyak mentah dan global AS Brent diperdagangkan pada tingkat tertinggi sejak 2014 karena kekhawatiran geopolitik membayangi persediaan minyak mentah AS.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini