Image

Harga Minyak Cetak Rekor, Sentuh Level Tertinggi Sejak 2014

ant, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 07:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 12 320 1885504 harga-minyak-cetak-rekor-sentuh-level-tertinggi-sejak-2014-zw2jEvTPIC.jpg Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)

NEW YORK - Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), mencapai tingkat tertinggi mereka dalam lebih dari tiga tahun, setelah Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya mencegat rudal di atas Riyadh dan Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia akan tindakan militer segera di Suriah.

Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni bertambah USD1,02 menjadi ditutup pada USD72,06 dolar per barel, setelah menyentuh tingkat tertinggi USD73,09 di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Makin Mahal

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD1,31 menjadi menetap di USD66,82 per barel, setelah diperdagangkan setinggi USD67,45 di New York Mercantile Exchange.

Baik patokan minyak mentah AS maupun patokan global Brent diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2014, karena kekhawatiran geopolitik membayangi kejutan peningkatan dalam persediaan minyak mentah AS.

"Sebuah laporan persediaan 'bearish' dengan cepat dinetralisir karena kata-kata rudal yang dicegat di atas Riyadh, yang hanya menambah lonjakan ketegangan geopolitik baru-baru ini," kata Anthony Headrick, analis pasar energi dan broker komoditas berjangka di CHS Hedging LLC.

Baca Juga: Harga Minyak Naik berkat Membaiknya Hubungan AS-China

Harga-harga mulai reli karena Trump mengancam akan menembakkan rudal ke Suriah. Washington dan sekutunya telah mempertimbangkan serangan udara menyusul dugaan serangan gas beracun akhir pekan lalu.

Minyak naik lebih lanjut, setelah penyiar Al Arabiya mengatakan pasukan pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal di atas ibukota Riyadh.

Beberapa maskapai besar merutekan ulang penerbangan setelah badan kontrol lalu lintas udara Eropa mendesak agar pesawat-pesawat yang terbang di Mediterania timur untuk berhati-hati, karena kemungkinan serangan udara pada Suriah.

Trump telah mengkritik Moskow karena mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Rusia berjanji akan menembak jatuh semua rudal ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, baik dan baru dan pintar," tulisnya dalam sebuah posting di Twitter.

Baca Juga: Harga Minyak Mulai Stabil Setelah Terjun Bebas 2%

Suriah bukan produsen minyak yang signifikan, tetapi tanda-tanda konflik di kawasan itu memicu kekhawatiran tentang aliran minyak mentah di Timur Tengah yang lebih luas. Laporan rudal di Riyadh memperburuk kekhawatiran tersebut, di atas kekhawatiran yang ada, Amerika Serikat dapat memperbarui sanksi-sanksi terhadap Iran.

Persediaan minyak mentah AS naik 3,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 6 April, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Kenaikan besar itu mengejutkan, setelah para analis memperkirakan penurunan 189.000 barel.

Terlepas dari lonjakan harga minyak setelah roket di atas Riyadh, pasar tetap fokus pada fundamental, kata Abhishek Kumar, analis energi senior di Interfax Energy's Global Gas Analytics di London.

"Para pelaku pasar akan memantau dengan seksama profil produksi minyak di AS, yang juga diperkirakan memiliki dampak material pada hasil pertemuan OPEC mendatang pada Juni," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini