Image

11 Fakta Holding Migas, Bersatunya Pertamina-PGN-Pertagas

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 11:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 12 320 1885591 11-fakta-holding-migas-bersatunya-pertamina-pgn-pertagas-ex4A89NcYi.jpg Gedung BUMN. (Foto: okezone)

JAKARTA - Akhirnya, Kementerian BUMN resmi membentuk Holding Migas, dengan PT Pertamina (Persero) menjadi induk perusahaan (holding) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sebagai anggota holding.

Holding ini merupakan babak baru dalam industri migas Tanah Air. Pembentukan holding migas juga bukanlah semudah membalikan tangan. Bagaimana kah fakta-fakta holding migas? Berikut rinciannya.

1. Peresmian pembentukan Holding Migas dan Pertamina sebagai induk ditandai dengan penandatanganan akta pengalihan saham seri B milik negara sebesar 56,96% di PGN kepada Pertamina oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

Presiden Minta Proses Pembentukan Holding BUMN Dilakukan Hati-Hati

2. Setelah adanya holding migas, langkah selanjutnya adalah proses integrasi PT Pertagas (anak usaha Pertamina) ke PGN sehingga PGN akan menjadi subholding gas di bawah Pertamina. Dengan masuknya PT Pertagas ke PGN, maka PGN akan menjadi pengelola midstream sampai distribusi dan niaga gas

3. Menteri BUMN juga telah menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pertamina terkait perubahan atau peningkatan modal dan menyetujui pula integrasi Pertagas ke dalam PGN.

4. Beberapa pertimbangan yang disampaikan direksi Pertamina dalam mengintegrasikan Pertagas ke PGN antara lain, lini bisnis yang sama dalam hal transportasi dan niaga gas, terdapat potensi penghematan biaya operasional dan belanja modal (capex) karena hilangnya tumpang tindih dalam pengembangan infrastruktur.

5. Dengan holding migas maka dapat menciptakan infrastruktur gas yang terintegrasi, menciptakan kinerja keuangan konsolidasi yang sehat, dan memperkuat struktur permodalan PGN sehingga membuka ruang meningkatkan kapasitashutanguntukpengembangan bisnis gas dan meningkatkan setoran dividen serta pajak kepada negara.

6. Terkait dengan terlewatinya batas waktu 60 hari penandatanganan Akta Pengalihan Saham, sebagaimana dipersyaratkan pada keputusan RUPS Luar Biasa PGN pada 25 Januari 2018 lalu, keputusan tersebut akan dikukuhkan kembali pada RUPS Tahunan PGN 26 April 2018.

7. Akan terjadi perubahan nama PGN dengan menghilangkan kata ”Persero” semata-mata merupakan aspek administratif. PGN akan tetap diperlakukan sama dengan BUMN lainnya untuk hal-hal sifatnya strategis. Dengan begitu, negara tetap memiliki kontrol terhadap PGN, baik langsung melalui kepemilikan saham Seri A Dwiwarna maupun tidak langsung melalui Pertamina selaku induk seperti diatur dalam PP 72 Tahun 2016.

8. Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan, secara prinsip Pertagas kini telah menjadi bagian dari PGN. Namun, hal itu harus dituntaskan dengan pembayaran aset kepada Pertamina selaku induk. Sementara untuk hitungan nilai valuasinya akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

9. PGN dan Pertagas akan menyelaraskan program kerja supaya lebih efektif sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Kemudian integrasi ini juga membuat PGN dan Pertagas tak lagi berbenturan.

10. Bisnis PGN dengan Pertagas memang sering terjadi benturan. Sebab itu, kata dia, integrasi diharapkan akan lebih baik ke depannya karena dilebur menjadi satu supaya bisnis gas menjadi lebih besar dan kuat. Selama ini pasarnya hanya Jawa dan Sumatera. Ke depannya akan dikembangkan sampai ke wilayah timur.

11. Pembentukan holding migas ini akan ada evaluasi kinerja dan melihat kembali rencana kerja serta anggaran perusahaan. (Nanang wijayanto/ant)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini