nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Dunia Minta Indonesia Santai Hadapi Perang Dagang AS-China

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 17:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 12 320 1885829 bank-dunia-minta-indonesia-santai-hadapi-perang-dagang-as-china-6ULEQXO4NL.jpg Ilustrasi: Bank Dunia Minta Indonesia Santai Hadapi Perang Dagang (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) meminta Indonesia tidak khawatir dengan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China. Bank Dunia berpendapat, perang dagang tersebut lebih akan berdampak terhadap ekonomi kedua negara itu sendiri.

"Trade war tidak terlalu berpengaruh. Bagaimanapun pengaruhnya akan besar ke AS dan China," kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty di Kantor Bank Dunia, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

 

Dia menuturkan, rencana pengenaan tarif bea masuk impor terhadap produk-produk yang berasal dari China pun masih belum terjadi. Jika AS benar-benar merealisasikan rencana tersebut, barulah akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi global.

"Yang complicated ke regional ini adalah ada produk yang akan kena pengenaan tarif, seperti equipment and machine. Ini akan mengganggu value chain dan akan berefek ke pertumbuhan," imbuh dia.

 Baca Juga: 6 Fakta Perang Dagang AS-China, Baja Dibalas Anggur yang Berdampak ke Indonesia

Jika AS mengenakan tarif bea masuk impor atas produk asal Negeri Tirai Bambu tersebut, kemudian dibalas oleh China dengan juga mengenakan tarif bea masuk terhadap barang dari AS, maka hal ini akan membuat perdagangan global merosot. Pada akhirnya, hal itu akan membuat pertumbuhan ekonomi global ikut mengalami pelambatan.

"Perdagangan global naik sejak 2010. Tapi kalau ada seperti ini (saling balas pengenaan bea masuk impor China-AS) akan ada slow down pada perdagangan global," tandasnya.

 Baca Juga: Perang Dagang AS-China Tekan Ekspor, Ini Penjelasan Mantan Mendag

Sekadar informasi, US Trade Representative (USTR) merilis proposal tarif impor bea impor masuk sampai dengan 25%, kepada lebih dari 1.300 produk asal China dengan nilai berkisar USD50 miliar. Dokumen setebal 58 halaman yang ditandatangani oleh Robert E Lighthizer tersebut, memuat secara rinci daftar produk asal Negeri Panda yang dikenakan tarif bea masuk impor. Bahkan, proposal tarif impor itu akan ditingkatkan menjadi USD100 miliar.

Dalam rincian daftar tersebut, sebagian besar produk China yang dikenakan tarif bea masuk impor adalah barang teknologi, senyawa kimia, transportasi, produk medis atau farmasi seperti antibiotik, robot industrial serta produk perakitan pesawat.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini