nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hipmi Targetkan 1.000 Toko Ritel Terbentuk

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 11:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 13 320 1886141 hipmi-targetkan-1-000-toko-ritel-terbentuk-EBODNxwLFJ.jpg Foto: Koran Sindo

SURABAYA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) hingga akhir tahun ini menargetkan terbentuk sebanyak 1.000 toko ritel Ummart di seluruh Indonesia. 

Ummart merupakan kependekan dari Umat Mart, yakni toko ritel yang berdiri di lingkungan pesantren. Dalam waktu dekat, organisasi ini akan meresmikan 10 Ummart sebagai pilot project.

Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jawa Timur (Jatim) Mufti Anam mengatakan, selama ini banyak toko ritel yang ada di lingkungan pesantren kurang terurus dengan baik. 

Padahal potensi toko ritel ini sangat besar. Contoh, satu pe santren memiliki 5.000 santri. Lalu dalam sehari santri belanja di toko ritel pesantren itu sebesar Rp5.000. Maka dalam sehari, pendapatan toko ini mencapai Rp25 juta. 

Baca Juga: Hipmi Berharap Pengusaha Lokal Mampu Go International

“Maka dalam sebulan pendapatan bisa mencapai Rp750 juta. Dari sini, perlu ada pembenahan agar kinerjanya bisa lebih bagus lagi,” kata Anam kemarin. 

Dalam pendampingan terhadap toko ritel di lingkungan pesantren ini, lanjut dia, pihaknya menggandeng sejumlah pihak. 

Di antaranya Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Pengelola Ummart akan dibimbing tentang tata kelola toko yang lebih modern. Misalnya penataan rak dan layanan lainnya. 

“Toko ritel modern itu punya rumus-rumus tertentu dalam penataan tokonya. Misalnya, produk cokelat itu biasanya ditaruh agak bawah agar bisa mudah dilihat anak-anak,” ujarnya. 

Dari 10 pesantren yang akan ditetapkan sebagai pilot project Ummart, salah satunya Pesantren Bayt Al-Hikmah, Pasuruan. Kemudian ada lagi pesantren di Malang, Banyuwangi hingga Probolinggo.

Baca Juga: Ingat, Wapres Akan Buka Jambore Hipmi 2017

Penentuan toko ritel di pesantren ini dilakukan oleh Aprindo. Ummart dalam program ini tidak dikenai franchise fee. Kemudian Ummart juga bisa berperan sebagai toko grosir. 

“Ke depan sudah kami siapkan pintu agar produk pesantren bisa masuk kejaringan ritel modern di seluruh Indonesia,” tandasnya. 

Pesantren di Indonesia berjumlah lebih dari 30.000 dengan 5 juta santri serta puluhan juta alumnus di seluruh Indonesia. Pesantren adalah entitas kuat yang tak hanya bisa menjadi pilar pendidikan umat, tapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi umat. 

“Saat ini pihaknya tengah menggeber program penguatan ekonomi rakyat berbasis pesantren atau yang biasa disebut Pesantren preneur,” kata Ketua Dewan Kehormatan Hipmi Jatim Ali Affandi. Program Pesantren preneur ini memiliki sejumlah tujuan. 

Pertama, membangkitkan ekonomi kaum muda hingga ke pelosok desa sebagai basis pesantren.Kedua, memperkuat semangat kemandirian ekonomi umat. 

Semangat kewirausahaan ini harus menjadi wacana dominan dalam perbincangan generasi muda di berbagai saluran, termasuk media sosial. 

“Sehingga perdebatan tidak hanya pada relasi agama dan negara yang banyak berujung pada maraknya provokasi isu SARA di media sosial akhir-akhir ini,” jelasnya. 

(Lukman Hakim)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini