nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemagaran Lahan Bandara Kulonprogo Ricuh

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 11:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 13 320 1886151 pemagaran-lahan-bandara-kulonprogo-ricuh-CNvmFlpATm.jpg Bandara. Foto: Okezone

YOGYAKARTA – Aksi penolakan terhadap proyek bandara New Yogyakarta International Air port (NYIA) terus terjadi. Kemarin, sejumlah warga penolak bandara bersama sejumlah aktivis terlibat aksi dorong dengan petugas saat pemagaran lahan bandara di Sidorejo, Glagah, Kecamatan Temon. Kejadian ini membuat sejumlah orang di kedua belah pihak terjatuh.

Kericuhan ini terjadi saat pekerja dari PT Angksa Pura Properti (APP) selepas asar hendak memasang pagar di Jalan Diponegoro. Pagar yang hendak di pasang pekerja anak perusahaan dari PT Angkasa Pura I ini memotong badan jalan.

Melihat ini, warga tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak penggusuran Kulonprogo (PWPPKP) langsung bereaksi. Mereka duduk-duduk di tengah jalan berusaha menghalangi upaya pemagaran itu. Petugas kepolisian yang sejak pagi mengamankan lokasi berusaha melakukan pendekatan persuasif dibantu sejumlah petugas.

Usaha petugas ini tidak berhasil. Pada akhirnya, petugas menggotong satu per satu warga yang duduk di jalan. Aksi ini memicu kemarahan peserta aksi. Akibatnya, aksi saling dorong sempat terjadi. Sejumlah orang sempat terjatuh karena kericuhan ini.

Baca Juga: Sambut Bandara Yogyakarta Baru, PDAM Kulonprogo Siap Pasok Air Bersih

Beruntung kericuhan ini tidak berlangsung lama. Peserta aksi kemudian menggelar orasi, sementara pekerja dari APP langsung melanjutkan pemasangan pagar sehingga akses Jalan Diponegoro tertutup.

“Pemagaran ini sewenang-wenang mengingat Jalan Diponegoro merupakan akses vital bagi warga,” kata Sofian salah seorang perwakilan warga.

Sofyan menambahkan, pemagaran Jalan Diponegoro ini merupakan tindak lanjut dari aksi serupa sebelumnya. PT AP I sebelumnya juga menutup akses Jalan Deandels dengan portal.

Menurut Sofyan, pemagaran Jalan Diponegoro ini membuat akses anak-anak setempat untuk bersekolah di SDN 3 Glagah terganggu.

“Sama dengan penutupan Jalan Deandles, penutupan Jalan Diponegoro ini juga mengganggu aktivitas perekonomian warga,” ujarnya.

Baca Juga: Bandara Kulon Progo Bikin Nilai NJOP Tanah Naik 70%

Terpisah, Project Manager Pembangunan NYIA, Sujiastono menyebutkan, pekerjaan pemagaran sudah mencapai 95% dan akan tetap dilakukan hingga tuntas.

Menurutnya, apabila nanti pemagaran sudah tuntas dan semua area lahan pembangunan bandara sudah terpagari, maka pihaknya akan meminta warga yang masih berada di dalam lahan calon bandara agar segera pindah secepatnya.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Kulonprogo Kompol Sudarmawan mengatakan, pihaknya menurunkan 100 personel gabungan untuk mengamankan jalannya pemagaran lahan bandara ini. Pihaknya mengaku sudah melakukan tindakan persuasif namun imbauan itu tidak diindahkan peserta aksi.

(Ainun Najib)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini