nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BP Batam-Pelindo Garap Pelabuhan Batuampar

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 12:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 13 320 1886160 bp-batam-pelindo-garap-pelabuhan-batuampar-gSziD70co2.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

BATUAMPAR – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I untuk mengelola dan mengembangkan Pelabuhan Batuampar. 

Namun kerjasama dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memerlukan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum. 

Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana pengembangan Pelabuhan Batuampar. 

Pelabuhan terbesar di Batam ini harus dikembangkan sebagai pelabuhan bongkar muat yang memadai karena berada pada jalur perlayaran internasional. 

“Saat ini Perpres masih dalam proses persiapan. Jika Perpres penugasan sudah keluar maka proyek pengembangan Pelabuhan Batuampar bisa segera digarap,” ujarnya di Batam Centre. 

Perpres penugasan ini akan menjadi dasar penugasan dalam menggarap proyek pengembangan Pelabuhan Batuampar. Perpres ini juga untuk mempermudah koordinasi antara pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek ini, seperti halnya koordinasi bersama dengan BP Batam.

Baca Juga: Pembangunan Capai 99%, Pelabuhan Kuala Tanjung Siap Diuji Coba Mei 2018

Bambang menambahkan, dengan adanya Perpres juga akan menjadi landasan hukum untuk bisa menjalankan proyek pengembangan Pelabuhan Batuampar. Rencananya sejumlah perusahaan akan bergabung dalam konsorsium Pelindo 1 untuk pengembangan pelabuhan milik BP Batam ini. 

“Jadi kami tunggu Perpresnya dulu. Kalau sudah ada baru bisa berbicara lebih banyak untuk rencana pengembangan pelabuhan,” kata Bambang. 

Sementara itu Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pembahasan dengan Pelindo I terkait dengan pengelolaan. 

Prosesnya harus mengikuti prosedur yang berlaku terkait kerjasama pemanfaatan aset negara. 

“BP Batam perlu ada penugasan khusus dari pemerintah pusat untuk menjalin kerjasama dengan pihak ketiga,” kata Lukita. 

Jika memang diperkenankan untuk kerjasama, BP Batam memang lebih memilih untuk bekerja sama dengan Pelindo karena sudah memiliki pengalaman dalam pengembangan pelabuhan. Ia berharap pengembangan ini bisa segera dilakukan untuk mendukung industri di Batam. 

Baca Juga: Penimbunan Barang di Kawasan Logistik Berikat Capai USD2,6 Miliar

Selain itu juga ada kepastian, pengembangan Pelabuhan Batuampar bisa dirampungkan. Dengan begitu, keberadaannya bisa memberikan manfaat untuk pengurangan biaya logistik. Jumlah kapasitas pelabuhan saat ini baru sekitar 400.000 TEUs. Pihakya menargetkan pengembangan bisa mencapai 1,5 juta TEUs. 

“Jika ada penugasan dari pemerintah pusat, pengembangan Pelabuhan Batuampar tak lagi dilelang terbuka. Kami bisa langsung menjalin kerja sama dengan Pelindo,” ujarnya. 

Menurut Lukita, peningkatan kapasitas pelabuhan memang menjadi salah satu prioritas BP Batam. 

Karena ia menilai bahwa kapasitas Pelabuhan Batuampar masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan pelabuhan di negara tetangga. 

“Minimal bisa meningkatkan tiga sampai empat kali lipat dari kapasitas saat ini. Karena pelabuhan ini sangat penting,” katanya. 

(Ahmad Rohmadi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini