Image

Kontroversi Utang RI Rizal Ramli vs Kemenkeu, Apa Kata Masyarakat?

Keduari Rahmatana Kholiqa, Jurnalis · Senin 16 April 2018 08:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 15 20 1886935 kontroversi-utang-ri-rizal-ramli-vs-kemenkeu-apa-kata-masyarakat-x6SLrItKek.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, kembali bersuara soal utang luar negeri Indonesia. Dimana utang tersebut sudah mencapai angka Rp4.000 triliun.

Menurutya utang luar negerti Indonesia sudah dalam tahap 'lampu kuning', bahkan pemerintah dikatakan ‘sudah gali lubang tutup jurang’. Rizal berkomentar perihal keseimbangan primer (primary balance), Debt Service Ratio (DSR), trade account, service account, dan current account.

Lalu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti pun mempertanyakan soal Rizal yang menyebut utang Indonesia tersebut sudah lampu kuning, padahal disaat yang sama semua lembaga pemeringkat, yakni Moodys, Fitch, S&P, JCRA dan Rating & Investment menyatakan Indonesia adalah investment grade.

“Bukankah bila menggunakan standar perbandingan antar negara-negara di dunia, Indonesia memiliki rasio utang terhadap PDB dan defisit APBN yang relatif kecil dan hati-hati. Mengapa menolak menggunakan indikator yang digunakan untuk membandingkan antara negara?,” tulisnya dalam akun Facebook, seperti dikutip Minggu (8/4/2018).

Baca Juga: Masyarakat Ingin Pemerintah Bijak dalam Tentukan Harga Pertamax Cs

Menurutnya tak perlu alergi atau protes bila Indonesia disebutkan dalam situasi baik oleh lembaga- lembaga internasional. Lebih lanjut, soal ‘gali lubang tutup jurang’, kata Nufransa, pemerintah terus melakukan penurunan defisit APBN dan primary balance. Sejak 12, pemerintah sudah mengalami defisit keseimbangan primer.

Data 5 tahun terakhir menunjukkan, tahun 2013 Rp-98,6 triliun, 2014 Rp-93,3 triliun, 2015 Rp-142,5 triliun, 2016 Rp-125,6 triliun, serta 2017 Rp-121,5 Triliun.

Kontroversi tentang utang RI seperti yang disuarakan oleh Rizal Ramli mendapatkan banyak tanggapan dari masyarakat, berikut kata mereka:

1. Fau Ramadhan (35) Karyawan Swasta

Wah, saya nggak tahu menahu tentang berita tersebut, tapi kalau misalkan Pak Rizal bahas utang RI, sepertinya nggak perlu didengar deh. Soalnya dia kan di copot jabatannya kan dari Jokowi, mungkin saja Jokowi menganggap kerjanya kurang baik, ya. Saya lucu saja sama dia seperti cari sensasi, sepertinya pemahaman tentang utang RI dia kurang deh.

Setahu saya, utang RI itu kan sekitar Rp4.000-an triliun dan angka segitu rasio utangnya terhadap defisit APBN masih kecil. Kalau dia gencar-gencar minta Gubernur BI agar jujur sama utang RI, bagaimana saat masa pemerintahan menjabat sebelumnya? Lucu saja gitu.

2. Sri Hartanti (44) Wiraswasta

Sepertinya pak RR kalau mau berkomentar seperti itu lihat datanya dulu, deh.  Dia seperti ngaku ahli keuangan padahal biasa saja. Pemerintah Indonesia kan bekerja sebagai tim untuk menekan atau mengurangi utang negara agar tidak membludak. Dia kenapa dengan mudah menganggap utang RI itu lebih banyak, terus pas masanya dia gimana? Di negara ini memang banyak orang pintar tapi ga bisa kasih solusi yang tepat.

3. Dennis W. (51) Wiraswasta

Saya nggak bisa kasih komentar banyak soalnya saya nggak terlalu paham dengan hal seperti itu. Tapi saya menganggap dia belum tahu dengan baik kinerja pemerintah sekarang yang hasilnya jauh lebih baik di masa pemerintahan Jokowi. Sepertinya pilihan Jokowi agar dia di copot dari jabatannya itu pilihan yang tepat.

4. Reza Ahmad (35) Karyawan Swasta

Nggak masalah kalau ngutang buat pembangunan bukan buat korupsi, rakyat termasuk saya akan lebih sejahtera dan bisa sumbangsih bayar pajak untuk bayar utang. Negara kan memang sudah jadi tanggung jawab semua rakyatnya. Dia seperti cari sensasi jelang Pilpres. Pemerintah sekarang kerjanya sudah bagus kok, apalagi waktu diberi cara baik buat tingkatin masyarakat bayar pajak dengan online, itu kan juga usaha pemerintah agar rakyat patuh dan penerimaan pajaknya juga meningkat.

5. Sari Ramaningsih (38) Wiraswasta

Saya nggak begitu paham tentang itu. Tetapi saya merasa setelah Jokowi menjabat jadi presiden, negara ini seperti maju lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. Berarti saya percaya, pemerintah sekarang bekerja jauh lebih keras untuk kemakmuran negara dan rakyatnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini