nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkait Gagasan Hary Tanoe, Pakar Ekonomi Airlangga: Negara Wajib Hadir Lindungi Ritel dan UMKM

Keduari Rahmatana Kholiqa, Jurnalis · Minggu 15 April 2018 12:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 15 320 1886850 terkait-gagasan-hary-tanoe-pakar-ekonomi-airlangga-negara-wajib-hadir-lindungi-ritel-dan-umkm-EzNymKgE3S.jpg Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Foto: Okezone

JAKARTA - Pakar ekonomi dari Universitas Airlangga Wisnu Wibowo menilai perlunya ketegasan pemerintah soal penetapan regulasi pajak belanja online asing. Hal itu untuk melindungi ritel dalam negeri, juga UMKM agar bisa tumbuh.

"Negara wajib hadir yaitu melalui sistem perpajakan. Dengan sistem perpajakan yang memungkinkan, misalnya bisa dibebankan pada value added tax, pajak pertambahan nilai," imbuh Wisnu kepada Okezone.

Baca Juga: Hary Tanoe Minta Belanja Online Diatur, Ekonom: Langkah Tegas Lindungi UMKM


Hal itu disampaikannya ketika dimintai pendapatnya terkait pernyataan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengenai pentingnya regulasi yang mengatur tarif pajak belanja online asing agar tidak mengancam keberadaan ritel dalam negeri dan UMKM.  

Wisnu mengungkapkan, Indonesia tidak bisa menolak kehadiran teknologi internet dan e-commerce.

Meski begitu, lanjut Wisnu, bukan berarti negara melalaikan kepentingan ekonomi domestik.

"Secara yuridis yang memungkinkan ya melalui instrumen perpajakan untuk melindungi UMKM dan memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh," terangnya.

Namun di sisi lain, UMKM dinilainya harus disadarkan dengan pentingnya memanfaatkan internet untuk menjual produknya.

"Agar tidak tergerus dan terpuruk, sudah keharusan pula bagi UMKM melek teknologi. Harus mengikuti dan beradaptasi dengan tren pemasaran global dan sistem perdagangan global,” tuturnya.

Baca Juga: Pernyataan Hary Tanoe Soal Belanja Online, Pengamat: UMKM Butuh Sosialisasi, Regulasi dan Proteksi

Pemanfaatan teknologi internet, tambah Wisnu, dapat menekan biaya pemasaran dan menjangkau konsumen dimana pun. Lebih efektif dan efisien.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan regulasi belanja online diperlukan untuk melindungi usaha padat karya.

“Belanja online jangan berkompetisi dengan UMKM. Dorong UMKM tumbuh,” kata Hary Tanoe seperti tertulis dalam tweetnya,

Hary Tanoe pun menegaskan perlunya tarif pajak belanja online asing agar tidak menggerus keberadaan ritel dalam negeri.

“Atur tarif pajak belanja online asing, lindungi ritel dalam negeri,” kata Hary Tanoe.

Toko online, lanjut HT, seharusnya jangan menjual produk yang bersaing dengan UMKM. Melainkan bisa membantu UMKM dengan menjual barang-barang produksi UMKM.


(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini