Image

Neraca Perdagangan Maret 2018 Surplus USD1,09 Miliar

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 16 April 2018 11:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 20 1887139 neraca-perdagangan-maret-2018-surplus-usd1-09-miliar-ZznIf5XM28.jpg Konferensi pers BPS Neraca Perdagangan (Foto: Feby Novalius/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan selama Maret 2018 surplus USD1,09 miliar, di mana pada dua bulan terakhir tahun neraca perdagangan selalu defisit, seperti Febuari tercatat USD120 juta.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, selama Febuari sampai Maret 2018 untuk harga minyak mentah naik, di mana harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia USD61,61 per barel.

"Maret naik tipis USD61,67 per barel. Kenaikan ini berpengaruh pada ekspor, impor Indonesia," tuturnya, di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (16/4/2018).

 

Nonmigas yang mengalami peningkatan seperti cokelat, karet dan jagung. Sedangkan ekspor non migas yang mengalami penurunan batu bara, minyak mentah.

Dengan demikian, BPS mencatat ekspor 2018 USD15,6 miliar dibandingkan Febuari 2018 berarti naik 10,24%. Kenaikan ekspor terjadi karena kenaikan ekspor non migas 11,77%, ekspor migas turun minus 3,81%.

"Penurunan ekspor migas Maret ini disebabkan kenaikan ekspor minyak mentah dan harga minyak dan menurun adalah ekspor gas," tuturnya.

Sementara itu, untuk capai impor pada Maret 2018 mencapai USD14,5 miliar atau lebih rendah dibandingkan Januari dan Febuari 2018.

"Allhamdulliah, posisi Maret jauh lebih bagus dibandingkan Januari dan Febuari. Impor kita USD14,5 miliar itu naik 2,13%, kenaikan ini terjadi karena non migas maupun migas, kedua meningkat," tuturnya.

Bila digabungkan antara ekspor dan impor, maka neraca perdagangan pada Maret mengalami surplus USD1,09 miliar. Hal tersebut terjadi karena surplus pada ekspor non migas tapi terkoreksi oleh defisit di migas.

"Januari-Maret 2018 masih surplus USD0,28 miliar atau USD280 juta. Memang jauh dibandingkan surplus 2017, tapi pada Maret ini lebih menggembirakan. Ke dan ekspor akan makin bagus dan makin terbuka pasar non tradisional," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini