nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Surplus Maret USD1,09 Miliar, BPS: Ada Penurunan Ekspor Migas

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 16 April 2018 12:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 16 20 1887147 surplus-maret-usd1-09-miliar-bps-ada-penurunan-ekspor-migas-3M2bQhtX13.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan selama Maret 2018 surplus USD1,09 miliar. Hal tersebut karena capaian ekspor lebih tinggi bila dibandingkan impor Maret 2018.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, BPS mencatat ekspor Maret 2018 mencapai USD15,6 miliar atau naik 10,24% dibandingkan Februari 2018. Kenaikan ekspor terjadi karena kenaikan ekspor non migas 11,77%, ekspor migas turun minus 3,81%.

 Baca juga: Neraca Perdagangan Maret 2018 Surplus USD1,09 Miliar

"Penurunan ekspor migas Maret ini disebabkan kenaikan ekspor minyak mentah dan harga minyak dan menurun adalah ekspor gas," tuturnya, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Perkembangan ekspor dari bulan ke bulan di 2018, total ekspor Januari-Maret masih lebih tinggi dibandingkan 2016 dan 2017. Ekspor non migasnya naik lebih tinggi menunjukkan perkembangan ekspor Maret dipengaruhi non migas.

 Baca juga: BPS Rilis Neraca Perdagangan Maret 2018, Diprediksi Defisit

"Ekspor non migas yang meningkat seperti sarang burung, rumput laut, produk pertanian meningkat 20,01%. Industri pengolahan share 71% atau USD11,18 meningkat, Febuari Maret ekspor besi baja, pakaian jadi," tuturnya.

Dari pangsa ekspor utama masih sama, China 15,77%, AS 11% dan Jepang 10,15%. Ketiga negara ini masih menjadi pasar ekspor non migas utama dengan komoditas seperti BBM, lemak dan minyak hewan nabati.

 Baca juga: Mantan Mendag Soroti Defisit Neraca Perdagangan Selama 3 Bulan

Sementara itu, untuk capai impor pada Maret 2018 mencapai USD14,5 miliar atau lebih rendah dibandingkan Januari dan Febuari 2018.

"Alhamdulillah, posisi Maret jauh lebih bagus dibandingkan Januari dan Febuari. Impor kita USD14,5 miliar itu naik 2,13%, kenaikan ini terjadi karena nonmigas maupun migas, kedua meningkat," tuturnya.

Total impor Maret 2018 dibandingkan Maret 2017 meningkat 0,7%. Di mana 83% adalah impor non migas seperti seperti bahan baku dan barang modal.

Untuk impor bahan baku mencapai 74% dan barang modal 16%. Sedangkan barang konsumsi turun 12,8%, karena Impor beras yang dibatasi Februari kemarin tinggi dan Maret turun.

"Kemudian ada beberapa bahan baku besar raw sugar dan kapas. Impor terbesar pada mesin dan alat berat. Maret ini juga impor korma mulai naik, nilai USD17,8 juta tapi nilai ini naik 86% dibandingkan Februari. Ini dalam rangka hadapi Puasa dan Lebaran. Impor kurma dari Mesir," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini