Image

Kritik Pedas Sri Mulyani: Anggaran Humas Tak Harus Tinggi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 16 April 2018 14:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 20 1887224 kritik-pedas-sri-mulyani-anggaran-humas-tak-harus-tinggi-fFdweEsVPr.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran yang tinggi pada divisi kehumasan bukanlah solusi untuk membuat informasi suatu instansi biasa tersampaikan dengan baik dan tepat kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam Seminar Nasional Kehumasan Strategis Pemerintah dengan Tema Strategi dan Tantangan Komunikasi Publik di Era Digital  kepada sekira 300 humas di kementerian dan lembaga, non kementerian, BUMN, da pemerintah daerah di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Dikepret Rizal Ramli soal Kartu Kredit, Kemenkeu Tegaskan Tak Akan Kena Bunga

"Saya enggak percaya bahwa solusi itu selalu anggaran karena itu karena itu kreativitas," ujar dia saat menjawab pernyataan peserta soal anggaran yang cukup untuk kehumasan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Lanjutnya, bila penambahan anggaran dilakukan pada akhirnya dikeluarkan dalam bentuk yang tidak efisien. "Keluarnya bentuk dalam baliho, atau airtime tidak ada yang liat, padahal mahal sekali," tambahnya.

Baca Juga: Dengan Kartu Kredit Pemerintah, Tidak Ada Kuintasi Palsu Lagi

Oleh sebab itu, dirinya mendorong setiap divisi kehumasan di setiap instansi memanfaatkan media sosial untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Pasalnya, di era digital masyarakat lebih mudah menerima informasi lewat media sosial.

"Kalau gunakan media sosial atau buat Instagram, Facebook, Twitter yang menarik itu follower-nya sudah pasti cek terus, mesti mereka ada yang  enggak subscribe," ucapnya.

Baca Juga: Tak Cuma RI, Ini Negara yang Pakai Kartu Kredit APBN

Dia pun mengajak untuk kehumasan bisa lebih berpikir keras bagaimana membuat kemasan konten dalam media sosial yang menarik. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan ruang bagi generasi muda saat ini untuk lebih berkreasi dalam kehumasan.

"Kalau cuma dengan anggaran saya enggak yakin, sekarang kalau buat twitter bagus, IG bagus, follower-nya banyak itu sudah pasti ada, gimana kalau follower-nya banyak digunakan untuk masuk komunikasi, paling tidak kita ada base itu mereka pendukung dari pemerintah," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini