nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

371 Emiten Raih Laba Bersih di 2017, 93 Perusahaan Merugi

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 16 April 2018 11:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 278 1887117 371-emiten-raih-laba-bersih-di-2017-93-perusahaan-merugi-jXVBxG0m3s.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Sesuai ketentuan keterbukaan informasi dari Otoritas Jasa Keuangan, emiten atau perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) wajib memublikasikan laporan keuangan tahunan paling lama 90 hari setelah berakhirnya tahun buku.

Dengan demikian, untuk tahun buku 2017 selambatnya 31 Maret 2018, semua perusahaan tercatat harus sudah menyampaikan laporan keuangan, baik melalui publikasi media nasional maupun kepada OJK dan BEI.

Dari 464 emiten yang telah menyampaikan laporan keuangan tahunan untuk tahun buku 2017 kepada BEI, sebanyak 79,95% atau 371 Perusahaan Tercatat berhasil meraih laba bersih. Akan tetapi, terdapat 93 perusahaan tercatat membukukan rugi bersih.

 Baca Juga: 11 Emiten Cetak Pertumbuhan Laba 1.000% dalam 5 Tahun

Sebanyak 280 perusahaan di antaranya berhasil mencatat kenaikan laba bersih sepanjang 2017 dibandingkan tahun 2016. Sedangkan 184 perusahaan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun buku 2016.

Sementara itu, total nilai aset dari 464 perusahaan tercatat yang telah menyerahkan laporan keuangan tahunan 2017 mengalami kenaikan 11,11% menjadi Rp10.064 triliun dibandingkan tahun buku 2016 sebesar Rp9.057 triliun.

Permodalan seluruh Perusahaan Tercatat juga mengalami kenaikan dengan total nilai ekuitas meningkat 12,45% menjadi Rp2.869 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2.551 triliun. Sedangkan total pendapatan dari 464 Perusahaan Tercatat sepanjang tahun 2017 meningkat 13,03% menjadi Rp3.134 triliun dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp2.772 triliun.

Seiring peningkatan pendapatan tersebut, laba bersih dari 464 Perusahaan Tercatat pun meningkat 22% menjadi Rp347 triliun dari Rp284 triliun yang dibukukan tahun 2016.

 Baca Juga: 37 Perusahaan IPO di 2017, Siapa yang Harga Saham Naik Paling Tinggi?

Jika dicermati per individu perusahaan, laba bersih terbesar tahun 2017 diraih PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mencapai Rp32,7 triliun atau meningkat sekitar 12,10% dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp29,17 triliun. Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan laba bersih Rp29,04 triliun atau naik 10,74% dari tahun sebelumnya sebesar Rp26,22 triliun.

Sedangkan posisi ketiga ditempati PT Bank Central Asia Tbk dengan laba bersih Rp23,32 triliun atau meningkat 13,03% dari tahun 2016 sebesar Rp20,63 triliun.

Dengan kenaikan laba bersih tersebut, maka besaran itu akan meningkatkan kapasitas bursa saham. Kenaikan laba juga menggambarkan potensi kenaikan harga saham-saham di BEI selama 2018.

Peluang ini bisa dimanfaatkan para investor untuk berinvestasi di pasar modal karena pasar saham akan bergerak merefleksikan kenaikan kinerja Perusahaan tercatat. Lazimnya, besaran laba Perusahaan Tercatat akan tercermin di pasar saham.

Ukuran yang mudah dicermati adalah dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selama tahun 2017, indeks saham BEI tercatat naik sebesar 19,9%. Padahal persentase kenaikan laba Perusahaan Tercatat tahun buku 2016 hanya berkisar 10%.

Jika seorang investor berinvestasi secara cermat pada saham-saham penentu pergerakan indeks, setidaknya potensi return yang bisa diraih sekitar 19,9%. Kenaikan laba bersih tahun buku 2017 sebesar 22% menggambarkan potensi return yang bisa diperoleh investor dari bursa saham.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini