Image

Modal Ekspansi Bisnis, PT KAI Rilis Obligasi Rp2 Triliun

Agregasi Senin 16 April 2018 15:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 278 1887248 modal-ekspansi-bisnis-pt-kai-rilis-obligasi-rp2-triliun-QJ8SuaLhkB.jpg PT KAI Rilis Obligasi Rp2 Triliun (Shutterstock)

JAKARTA – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi sekitar Rp2 triliun pada pertengahan tahun ini. Pada akhir 2017, KAI sudah menerbitkan surat utang sebesar Rp2 triliun, dengan kelebihan permintaan sebanyak 2,5 kali. Tenor obligasi yang ditawarkan sekitar 8,35%.”Kemungkinan pertengahan tahun obligasi direalisasikan," kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini untuk membiayai peremajaan kereta api. Saat ini, sekitar 438 KA yang sudah dilakukan peremajaan dari target perseroan sebanyak 886 KA. Seperti diketahui, revitalisasi sebanyak 438 KA tersebut untuk kereta api kelas ekonomi (K3) dan kereta bisnis yang telah berumur 30 tahun. Perseroan menargetkan ada 900 kereta yang akan didatangkan sampai dengan 2019. Saat ini, KAI telah memesan 438 KA dari PT Industri Kereta Api (Persero).

Kedepan, PT KAI optimistis akan ada pertumbuhan baik jumlah penumpang dan angkutan barang. Salah satu indikatornya ialah makin meningkatnya jumlah penumpang di sektor kereta api listrik atau PT Kereta Commuter Indonesia. "Tahun sebelumnya per hari KCI mengangkut 500 ribu penumpang. Di 2017 melonjak menjadi 1,7 juta penumpang," kata Edi.

Kinerja angkutan barang pun bisa ditingkatkan lagi. Relasi jalur Jakarta-Surabaya dan Surabaya-Semarang, lanjut Edi, masih bisa ditingkatkan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan membangun jalur kereta yang akan memasuki Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. "Kami sedang siapkan track-nya," ucap Edi.

Tahun ini, PT KAI menargetkan kenaikan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun. Pada 2016, KAI berhasil membukukan laba bersih Rp 1 triliun. Memasuki 2017, perolehan laba perusahaan naik menjadi Rp 1,4 triliun. Sektor penumpang akan menjadi faktor pendorong kenaikan laba. Pasalnya, Edi menyatakan angkutan penumpang berhasil melebihi target pada 2017. Dirinya pun optimistis angkutan penumpang bisa bertambah lagi tahun ini.

Sepanjang 2017, PT KAI berhasil mengangkut 389 juta penumpang atau naik 11 persen dibanding 2016 (352 juta penumpang). Edi menyatakan pendorong kenaikan jumlah penumpang kereta tahun lalu disebabkan bertambahnya jumlah perjalanan. Edi menuturkan ada kenaikan angkutan barang pada 2017 sebesar 13%. Bila pada 2016 PT KAI hanya mengangkut barang 32 juta ton, di 2017 naik menjadi 36 juta ton. Menurut dia, kontribusi laba dari sektor penumpang dan angkutan barang relatif sama.

Sebelumnya, analis Bina Artha Sekuritas, Reza Priyambada menilai, melihat kesuksesan penerbitan pertama kemarin seharusnya perusahaan bisa lebih percaya diri lagi. Namun langkah mengeluarkan obligasi di 2018 mesti memperhatikan waktu penerbitan. Menurut dia, penerbitan di semester I 2018 merupakan waktu yang tepat karena biasanya kondisi pasar sedang positif. "Selain itu juga tergantung besaran kupon yang ditawarkan," kata Reza.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini