Image

Bidik Potensi Bisnis Rp176 Triliun, PT Adhi Karya Rambah Bisnis Pengolahan Limbah Migas

Agregasi Senin 16 April 2018 15:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 278 1887253 bidik-potensi-bisnis-rp176-triliun-pt-adhi-karya-rambah-bisnis-pengolahan-limbah-migas-Ro4CMPZfvX.jpg Adhi Karya bakal merambah bisnis pengolahan limbah migas (Ilustrasi/Shutterstock)

JAKARTA – Memanfaatkan potensi sumber limbah minyak dan gas (migas) yang dinilai memiliki nilai bisnis yang cukup tinggi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk bakal merambah bisnis tersebut dengan mengincar potensi hingga Rp176 triliun.

”Jadi memang kami mengusulkan dalam RUPS A ada penambahan sertifikat badan usaha ini terkait beberapa peluang ke depan ini yang sangat besar di pengolahan limbah," kata Direktur Operasi I PT Adhi Karya, Budi Saddewa Soediro di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, dari potensi nilai bisnis mencapai Rp176 triliun dan saat ini sudah jatuh tempo sekitar Rp8,6 triliun. Dirinya menjelaskan, potensi di bisnis pengolahan limbah sangat besar. Hal ini mengingat banyak konsensi perusahan minyak dan gas di Indonesia yang berakhir. Salah satunya Chevron di Kalimantan yang konsensi berakhir pada 2018.

Selain itu, ada Blok Mahakam sudah berakhir 2017 lalu dan yang berakhir di tahun 2022-2023 seperti Petrochina, Conocco Philips, British Petroleum.”Saya rasa belum banyak yang menggarap ini. Harapan kami bisa masuk proyek ini dan sudah diusulkan serta disetujui dalam RUPS tahunan," paparnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan UU No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi pasal 40 ayat 3, perusahaan-perusahaanyang mendapat kontrak karya terkait dengan operasi tambang yang sudah berhasil harus memulihkan lingkungan. Hal ini menjadi sasaran bisnis baru perusahaan berpelat merah ini.”Potensinya sangat besar kalau kita hitung berdasarkan luasan yang tercemar maka tercatat 800 area tercemar, dengan luas 170 km2. Volume yang telah teridentifikasi sebesar 7 juta m3- 8 juta m3,” kata dia.

PT Adhi Karya Tbk akan bekerjasama dengan laboratorium milik Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam bisnis ini. Selain itu, saat ini perseroan masih akan mengkajiteknologi yang dibutuhkannya. Sebagai informasi, emiten konstruksi plat merah ini membukukan kontrak baru sebesar Rp 3,3 triliun sepanjang kuartal I-2018.

Perolehan kontrak ADHI tersebut berasal dari beberapa proyek, antara lain Trans Park Bekasi sebesar Rp 845,8 miliar dan juga pekerjaan gelagar, gerbang tol, dan fasilitas penunjang lainnya sebesar Rp 186,8 miliar. Selain itu, perseroan juga memperoleh tambahan kontrak yang berasal dari lanjutan penataan kawasan komplek Gelora Bung Karno sebesar Rp 134,2 miliar. Sementara perusahaan sedang melakukan tender di beberapa pekerjaan sebesar Rp 1,3 triliun. “Saat ini sudah ikut tender Pelabuhan Panimbang, kami punya konsorsium dengan Jepang, paket pekerjaan sekitar Rp 11 triliun. Itu sudah tender," kata Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budi Harto.

ADHI juga melakukan beberapa kerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk melakukan tender di beberapa proyek jalan tol seperti PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Tahun ini, ADHI menargetkan perolehan kontrak anyar sebesar Rp 26 triliun. Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan akan membagikan dividen sebesar 20% dari laba 2017 yakni Rp103,83 miliar. Sebagaimana diketahui total laba bersih yang diraih perseroan pada tahun kemarin senilai Rp514,4 miliar.

Kata Budi, jumlah dividen ini jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp94,03 miliar dari total laba bersih Rp313,45 miliar. Sementara persentase dividen yang dibagikan ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 30% dari laba. Menurutnya, penurunan persentase ini disebabkan banyaknya proyek yang sedang dikerjakan Adhi sehingga membutuhkan anggaran lebih.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini